Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Pages

Labels

Followers

I'm curious about..

About me

My photo
insomnia transient dan hypersomnia di waktu lain

Blog

Sunday, February 28, 2010

Lubang Hidung, Jari, dan Fakta Penciptaan

0 comments
Saya menemukan sebuah pembahasan menarik dalam bacaan saya, sesuatu yang membicarakan tentang lubang hidung, jari, dan (menurut saya) sebuah fakta penciptaan. Tulisan berikut dibukukan dari sebuah artikel koran dengan kolom berjudul Last Word majalah New Scientist, Inggris, yang berisi kumpulan tanya jawab seputar sains. And here it is:

Pertanyannya:
Kebetulankah jika jari kita pas sekali dengan lubang hidung? Andai tidak demikian, mengapa ibu saya melarang saya melakukannya?
Jack walton (9 tahun), (walaupun pertanyannya simpel, saya menemukan bukti kecerdasan masyarakat barat dari keingintahuan mereka sejak kanak-kanak melalui pertanyaan ini)
London, Inggris


Dan berikut beberapa jawabannya:
Ibumu mungkin keberatan, tetapi ada sebuah cara lain untuk membersihkan hidung tanpa memasukkan apa pun kedalamnya. Cukup tekan salah satu sisi lubang hidung untuk menutupnya, tarik napas yang dalam, tutup mulut kemudian hembuskan sekaligus sekeras-kerasnya. Engkau akan menemukan betapa dahsyat kotoran yang keluar dari lubang hidung yang lain. Pastikan kepalamu agak menjauh dari tubuh supaya tidak mengotori bajumu.
Cara membersihkan hidung dengan cara membersit ini mengandung arti tak ada alasan terlalu mendesak untuk mengevolusikan jari yang siap untuk menggali dan lubang hidung yang menganga. Bagaimanapun, ketika hidung tersumbat, ini dapat diatasi dengan mudah dengan bernapas melalui mulut. Sesungguhnyalah, hidung tersembat hanya menjadi masalah apabila ada sesuatu terperangkap dekat tulang hidung yang bisa berbahaya karena dekat dengan otak, itu bagian yang terlalu sempit untuk dimasuki jari, minta pertolongan kepada dokter adalah cara yang paling bijaksana.
Kami harus menyimpulkan bahwa kesesuaian antara ukuran jari dan lubang hidung hanya sebuah kebetulan. Saran saya adalah buang kotoran hidungmu dengan cara membersit, kemudian simak yang dikatakan oleh ibumu.
 Holly Dunsworth
State College Pennsylvania, AS


(And this is my favourit answer) Organ tubuh umumnya saling menyesuaikan ukuran dan bentuk dengan organ lainnya supaya dapat berguna. Contoh yang jelas sekali antara lain adalah organ seksual jantan dan betina pada banyak serangga dan sebagian mamalia, mulut bayi hewan berkantung dan puting susu induk mereka, dan pada banyak hewan cakar atau jari kaki memanjang yang diadaptasikan untuk membersihkan bulu-bulu. Bagaimanapun, ukuran dan bentuk yang tidak sesuai tidak perlu diartikan bahwa organ-organ tersebut tidak dapat bekerja sama. Sebagai contoh, saluran untuk melahirkan pada betina mamalia jelas dapat dilewati bayi yang jauh lebih besar daripada organ seksual jantan. Lubang sering bisa mengembang atau menyusut untuk menyesuaikan diri dengan yang akan masuk atau lewat (ini bagian favorit saya, secara fakta ilmiah tentunya).
Sebaliknya, tidak selalu berarti bahwa, karena sebuah organ cocok dengan sebuah lubang, itu sesuatu yang bukan kebetulan. Ada beberapa tempat lain yang dapat dimasuki oleh jarimu namun akan membuat ibumu berteriak: "jangan!" apalagi jika itu engkau lakukan di tempat umum.
Engkau memiliki lima buah jari dengan lima ukuran sedangkan hidung hanya dua., berarti untuk mendapatkan kesesuaian kita tidak harus menunggu sebuah kebetulan. Pun tak ada alasan yang jelas dalam proses evolusi yang mengharuskan lubang hidung sama besar dengan ukuran jari. Yang lebih mungkin, alam mengatur agar kita membersit, sama seperti yang diperbuat oleh gajah. Bahwa kemudian ada seni memasukkan jari ke dalam hidung, ini yang menurut kacamata ilmiah bisa dianggap sebuah kebetulan.
Jon Richfield
Somerest West, Afrika Selatan


Sementara saya setuju bahwa cara membuang ingus dengan membersit kuat-kuat adalah sebuah keajaiban tersendiri, saya perlu mengingatkan soal saran Holly Dunsworth yang menyuruhmu "menarik naps dalam-dalam kemudian menghembuskannya kuat-kuat" melalui salah satu lubang hidung. Keahlian saya yang saya kembangkan dalam teknik ini sewaktu saya masih kanak-kanak telah menyebabkan saya mengalami radang sinus dan pendarahan hidung yang gawat.
Duncan Hannant
Professor of Large Animal Immunology
University of Nottingham
Loughborough, Leicestershire, Inggris


Saya juga ingin menambahkan sebuah peringatan bahwa metode ini tidak higienis, dan dapat menyebarkan sejumlah penyakit. Membuang kotoran hidung dengan cara ini sebaiknya dilakukan ketika engkau sedang sendirian (cukup bijak).
Bron
Australia

***
ada sebah kutipan dari Harun Yahya, "hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem, keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan."
Dan saya pikir, ketika Tuhan menciptakan bentuk lubang hidung sedemikian rupa, Dia juga telah menciptakan alat untuk membersihkannya, kita hanya perlu mencari yang terbaik.

Thanks, semoga bermanfaat, and don't be too serious!
Read more

Sunday, February 21, 2010

Merasa Sangat Bermasalah? Tonton Lagi!

0 comments
Kalo merasa senang melihat orang lain susah dianggap jahat, oke anggap saja saya begitu!

Yang namanya hidup ga' jauh-jauh dari yang namanya masalah, cobaan, ujian, ulangan, kuis, atau apalah semacamnya, tetanggan dekat gitu. Nah kalo tetangga itu datang bertamu, ujung-ujungnya kita kerepotan dan bingung, mau menyuguhkan apa? Mau disikapi bagaimana? Diterima baik-baik trus diajak kompromi? Atau kita tinggalin aja dia, masalahnya do'i ga' bakalan pergi sebelum urusannya sama kita kelar. Well, itu pilihan kita!

Berat memang memikul sebuah tanggung jawab, yang kadang dikonotasikan sebagai sebuah masalah, tapi kalo kita mau sedikit berpikir kontemplatif, maka kita akan sampai pada jalan yang membawa kita pada kesimpulan "Tuhan sedang menguji cinta kita, apakah kita tetap ingat sama Dia" supaya kita juga bisa lebih dicintai. Kayaknya berat memang agar kita bisa dicintai!

But if you think you had trouble enough, watch again! Kalo lagi pusing mikirin masalah, hal yang dapat membangkitkan semangat saya justru dengan melihat orang lain yang kesusahan, kan banyak tuh di tivi, di reality-reality show, berita-berita, tentang orang yang saking melaratnya celananya sampai melorot karena kurang makan, rumahnya digusur, mulung kiri kanan buat nyari makan, dan ga' mengenal peluang hidup yang lebih baik melalui pendidikan. Saya senang dan bersyukur melihat orang lain lebih susah daripada saya, setidaknya masalah saya ga' seberat mereka. Tapi saya juga merasa bahagia kalo melihat mereka bisa merasakan sedikit kebahagiaan melalui bantuan orang lain.

Kalo merasa senang melihat orang lain bahagia dianggap baik, tolonglah anggap saya begitu!

February 22th, saya sedang ada tamu.
Thank's guys!
Read more

Saturday, February 20, 2010

Konfirmasi Saya Buat Achmad 'menejer' Rishadi

0 comments
WOW..sebuah ekspresi yang pantas waktu saya dengar berita itu. belakangan saya dengar kawan saya, si Ahmad 'menejer' Rishadi bakalan dicalonkan jadi presiden BEM FKM UNHAS periode 2010-2011, agak kaget juga sih. kok bisa ya? gak mungkin ada asap kalo gak ada yang ngerokok.
ya, saya akui saya memang sering iseng sama dia, mengganggu gak jelas gitu, mengganti-ganti namanya sesuka hati, tapi itu bukan lantaran saya benci sama dia, tapi dia asik aja bukan diisengin, gak pernah marah, dan saya bawaannya selalu pengen ketawa kalo ada dia (bukan menghina), ya itu tadi, selalu ada ide gila di kepala saya buat becandain dia, tapi gak bisa dipungkiri kalo Ahmad adalah teman yang baik, biarpun kadang-kadang "sanna' pakaballisi'na", dan sesuai prinsip yang saya anut, teman yang baik adalah teman yang mau dijahati apapun bentuknya, bunuh aja sekalian!

well, keisengan terbaru yang sekarang menimpanya adalah, terbitnya sebuah grup facebook yang intinya menghimpun teman-teman di fakultas buat mendukung dia jadi presiden BEM, yah semacam grup kayak pendukung Bibit Candra gitu. sebenarnya saya kurang yakin dengan awal mula kehebohan ini, yang jelas, sebelumnya saya dan beberapa teman sempat bercanda-bercanda saling nunjuk jadi calon presiden BEM, dan tentu saja sasaran empuk ya Ahmad ini. waktu itu saya juga sempat ngomong bagaimana kalo Ahmad kita bikinkan grup pendukung di facebook, sebuah ide revolusioner memang. tapi jujur saya gak pernah betul-betul ada niat buat membuatnya, apalagi sampai gak pake ijin dari dia.

tapi nasi sudah jadi aking, grup itu akhirnya terbentuk juga, tapi untungnya selama ini gak ada komentar yang terlalu menjatuhkan dia di wall-wallnya. saya sih harapnya gini, teman-teman membuat grup ini, kalaupun cuma buat lucu-lucuan, cukuplah pada kelucuan bahwa seolah-olah Ahmad memang serius akan jadi calon presiden BEM berikutnya, bukan menjadikan dia objek yang nantinya akan kita tertawai bersama, lebih kepada kita menertawakan sebuah parodi bersama dengannya tanpa harus menjadikan dia bulan-bulanan. selama ini saya juga berusaha agar candaan saya dengannya adalah sebuah candaan yang bisa ditertawakan bersama, bukan menertawakan dia sampai dia juga harus berpura-pura tertawa untuk menutupi ketidaksukaannya akan hal itu, karena ada pepatah mengatakan "seberapa parah pun anda mencela Ahmad, dia gak bakalan membalasnya sama parah". sampai sekarang yang saya baca di grup itu hanyalah dukungan-dukungan buat Ahmad, dengan kata-kata yang kelihatannya serius, meski mungkin itu semua gak serius, tapi gak menutup kemungkinan kelak semua dukungan itu akan jadi bentuk yang serius, mengingat sekarang Ahmad lagi mengikuti proses screening Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah, yang mana menjadi syarat agar dapat menjadi calon presiden BEM, walau diakuinya dia ikut cuma buat nambah pengetahuan dan gak ada sama sekali niat buat jadi presiden BEM.

anymay, terlepas dari semua candaan saya buat mendukung Ahmad jadi presiden BEM, sebenarnya saya percaya dia bisa, yang saya lihat dia orangnya bertanggung jawab, terbukti dari usahanya ketika menjadi koordinator humas buat BSLT, dan keaktifannya berkomentar ditiap forum-forum yang diselenggarakan di FKM, cuma belakangan dia ogah-ogahan sebagai partner saya dalam seksi perlengakapan BAKSOS, kampret! katanya biar saya bisa merasakan bagaimana rasanya dicuekin sama ketika jadi koordinator dulu. OK guys, keep supporting Ahmad for Presiden BEM FKM UH 2010-2011, you guys doin' great job! hell yeah!!
Read more

Wednesday, February 17, 2010

Drama Comedy Life

0 comments
What’s life ? masing-masing orang pasti punya pemahaman dan cara tersendiri buat memandangnya. Beberapa yang saya suka, Efek Rumah Kaca “hidup bagai balerina, hidup terasa begitu lentur”, Naif dan Sore ze Band gak kalah “Hidup itu Indah”, Abraham Lincoln bilang “and in the end, it’s not the years in your life that count, it’s the life in your years”. Kalo kaum minoritas terpinggirkan mungkin hidup tidak lebih dari “sucks”, yang menang lotere semiliar mungkin menganggap “hidup terlalu singkat buat dinikmati”. Tapi teman saya pernah bilang kalo “hidup itu adalah film terbaik” and I like this one, play your own role, act your best, and win the Oscar, yah minimal piala Citra.

For me, menjadi aktor sukses dalam hidup bukan sekedar jadi orang paling kaya atau terkenal, lebih kepada menjalankan peran dengan baik dan penuh penghayatan serta hati. Sebagai seorang anak dari sepasang Orangtua, kakak dari adik-adik, adik dari kakak, saya pengennya bisa berperan baik minimal bagi mereka, menjalankan kewajiban, dan menjadi apa yang seharusnya. Begitupun sebagai hamba dari satu-satunya Tuhan, teman dari beberapa orang, pacar dari seorang perempuan, dan pemuda dari sebuah bangsa. Tampaknya memang tidak mudah yah? Baru tampaknya saja sudah susah, apalagi menjalankannya. Tapi setidaknya saya mungkin bisa mendapatkan penghargaan kategori “orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin tapi belum berhasil”, dan tahu tidak? kategori ini sangat dekat dengan “orang yang merasa sudah berusaha semaksimal mungkin padahal belum melakukan apa-apa”.
Ada banyak kesulitan memang dalam hidup, siapa yang bisa memungkiri!? Dan pilihan sikap masing-masing dari kita untuk menjalani hidup ini pasti berbeda-beda, ada yang mendramatisir kayak sinetron, tiap hari nangis dan gak ada bahagia-bahagianya sama sekali, adasih kalo mau tamat, itupun karena ratingnya mulai turun atau kontrak pemainnya sudah habis, terlalu dipaksakan (maaf saya mencurahkan kebencian saya!). Dan ada beberapa orang yang memilih memutuskan hubungan dengan seluruh perkara duniawi, entah itu dengan menjadi gila atau ko’id di tiang gantungan buatan sendiri, atau cara lebih praktis dan mahal adalah dengan pakai narkoba, nah yag tadi itu namanya Drama Tragedi. Padahal kadang kala masalahnya ternyata tidaklah seberat itu. Kita bukanlah seorang kakek tua yang harus menghidupi dirinya sendiri dengan memikul keranjang sayurnya, bukan juga kan seorang nenek yang berkeliling nyari sampah buat makan, dan setidaknya mereka lebih jago dengan tidak putus asa dan lebih memilih buat jadi pengemis, yang lama-lama jadi kayak penodong, “500 atau 1000 rupiah” paksanya.

Sekedar meluruskan, tulisan ini saya buat bukan untuk menasehati, memotivasi, atau menyadarkan siapa-siapa, tulisan ini saya buat tidak lebih hanyalah untuk menemukan diri saya sendiri, memotivasi diri saya sendiri, dan menemukan sendiri kesalahan-kesalahan saya, karena saya merasa, kadang kita menemukan kemunafikan diri kita sendiri dan melihat seberapa buruknya kita dengan menuliskan apa yang kita pikirkan tentang orang lain.

Well, there’s so many genres in this world, horor, action, drama, rock, dangdut, emo, folk, jazz, blues, tapi saya cuma mau menjalani hidup ini dengan ide besar Drama Comedy, no matter how bad your problem, there’s always happiness and laugh in it, and everything gonna be alright!

Thanks pal, and see ya!
Read more

Wednesday, February 10, 2010

Hello Folks! Introduce, My Self

0 comments
Ehm..Assalamualaikum dan Salam Sejahtera Kawan-kawan!

Dengan mengucapkan basmalah, maka catatan resmi pertama saya di blog inipun saya posting.

Alhamdulillah, berkat sedikit keterampilan mengetik dan membaca yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada saya, sehingga saya bisa membuat sebuah tulisan untuk blog ini, dan semoga kelak akan ada banyak lagi.
Sebenarnya saya tidak pernah ada niat untuk memiliki dan mengelola blog meski boleh dibilang saya ini cukup suka nulis, alasannya, tidak lain dan tidak bukan, malas! Adanya blog inipun merupakan suatu ketidaksengajaan, waktu itu saya lagi jalan-jalan terus menemukan sebuah akun blok yang kosong terjatuh di jalan, maka saya ambillah dan saya asuh, dan saya yakin kawan-kawan tahu kalau itu bohong dan semoga tidak terlalu garing. ehm..Jadi begini ceritanya, kebetulan waktu itu ada tugas untuk membuat blog sebagai pengganti final mata kuliah Manajemen Teknologi Informasi, dan dalam blog itu harus ada minimal 3 postingan, 2 artikel tentang kesehatan, dan satu berupa data diri. Nah, nanti alamat blog itu dikirim ke dosen buat selanjutnya dicek dan dinilai. namun setelah blog ini diperiksa dan akhirnya nilai saya keluar, maka blog inipun saya tinggalkan begitu saja. Lalu seiring berjalannya waktu, muncul niat saya untuk kembali memberdayakan blog ini, hitung-hitung buat mengisi waktu dan menyalurkan hobi. Meskipun kalau pada akhirnya ditemukan fakta bahwa blog ini cuma berisi tulisan tidak berbobot, cetek dan sebangsanya, saya tidak akan terlalu ambil pusing, yang paling utama bagi saya adalah ada sarana untuk menyalurkan kata-kata yang sedang berenang-renang di dalam cairan otak saya, ada tidaknya yang baca itu ada di urutan 1.1.
***
Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, meski kadang semakin kita mengenal pribadi seseorang semakin kita membencinya, tapi minimal semakin kawan-kawan mengenal saya, kawan-kawan tahu kalau saya ini adalah orang baik yang cuma ada sedikit banyak tidak baiknya. jadi, pada segmen ini saya akan mencoba untuk memperkenalkan diri saya. Berikut adalah data diri yang sering saya isikan pada forum-forum pendaftaran calon mahasisiwa, anggota klub bola bekel, dan persatuan atlit hula-hup se-gang:
Nama:     Kurnia Rachmad, tapi teman-teman biasa manggil Kurni, Kur-kur, Kurus, yah..semau-mau dan sekreatif merekalah! yang penting tidak menyalahi norma-norma dan ketentuan di akte kelahiran
TTL  :                    Ujung Pandang (sekarang Makassar kota tercinta), 27 maret 1989
Jenis Kelamin    :    Laki-laki, dengan orientasi seks hetero
Golongan Darah:    O, sementara Bapak dan Ibu saya kedua-duanya B, sampai saat ini saya masih menunggu ada orang yg membenarkan bahwa hal tersebut memang bisa terjadi. pesan saya buat adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah, ikutilah pelajaran biologi dengan baik, jangan sampai hal seperti ini juga terjadi pada kalian dan membuat kalian bingung.
Alamat:    Itu tidak penting, takut kalau kawan-kawan tidak suka dengan tulisan saya dan ingin melempari saya, yang jelas suatu tempat di carut marut dan metropolitannya Makassar
Agama:    Islam, meski shalat masih bolong-bolong, saya jamin saya bukanlah anggota sekte sesat yang tidak mewajibkan sholat.
Pekerjaan:     Mahasiswa S1 prodi Ilmu Gizi, FKM Unhas. sekarang sudah semester 4 dan berharap bisa mencapai semester-semester berikutnya dan finish sebagai sarjana pada semester 8. Amin
Hobi:     Nulis (kadang-kadang), baca (kadang-kadang), nonton (kadang-kadang) dan sedihnya (kadang-kadang) hanya bisa menjadi penikmat musik tanpa bisa memainkan alat musik, serta hobi mengkadang-kadangkan seseuatu yang harusnya rutin
Cita-cita:     Tak pernah terpikir, hanya manusia biasa yang menjalankan hidup tanpa ambisi (I don't know wheter it's good or bad)
Status:            Berubah-ubah, tergantung mau nulis apa di "what's on your mind?"nya fesbuk.

Sebelumnya sempat mem-posting beberapa tulisan di aplikasi "notes"-nya facebook, dan Alhamdulilah meski minim apresiasi, setidaknya ada juga yang baca dan menanggapi.

Saya kira itu saja buat perkenalan, lagipula kita tidak sedang di biro jodoh.
***
Bicara soal visi saya terhadap blog ini, saya punya gambaran bahwa blog ini akan berisi cerita2 pengalaman saya, pemikiran-pemikiran tentang hal-hal kecil yang mungkin tidak terlalu substansial (bahasanya dong! bagaimana mungkin bisa dibilang blog ini tidak berbobot), hal-hal remeh-temeh lainnya yang sangat essensial, serta potret-potret (snapshot) tentang hal-hal disekitar (nah, yang ini terinspirasi dari band Efek Rumah Kaca).
Bisa dibilang kalau saya sudah terlambat untuk memulai karir(?) di dunia blog, sementara demamnya sudah mereda sejak lama, dan orang-orang lain sudah menekuninya sejak lama, bahkan mungkin sejak sebelum blog itu sendiri diciptakan, namun sebuah pepatah dari sumber yang tidak terpercaya mengatakan, “tidak ada kata terlambat untuk ber-blog ria”.
Sebagai penutup, yah..saya cuma mau bilang, mungkin blog ini tampilan dan isinya amatir-amatir saja, tapi sebagai manusia yang sedang dalam proses pembelajaran (we all are), semoga dengan seiring bergantinya hari, bulan dan tahun, ada banyak hal yang bisa saya pelajari dan membuat saya menjadi lebih matang.

Well, that was for the opening, don't be too serious and see ya again folks!
Wassalam..
Read more

Freedomwords Design by Insight © 2009