Saya menemukan sebuah pembahasan menarik dalam bacaan saya, sesuatu yang membicarakan tentang lubang hidung, jari, dan (menurut saya) sebuah fakta penciptaan. Tulisan berikut dibukukan dari sebuah artikel koran dengan kolom berjudul Last Word majalah New Scientist, Inggris, yang berisi kumpulan tanya jawab seputar sains. And here it is:
Pertanyannya:
Kebetulankah jika jari kita pas sekali dengan lubang hidung? Andai tidak demikian, mengapa ibu saya melarang saya melakukannya?
Jack walton (9 tahun), (walaupun pertanyannya simpel, saya menemukan bukti kecerdasan masyarakat barat dari keingintahuan mereka sejak kanak-kanak melalui pertanyaan ini)
London, Inggris
Dan berikut beberapa jawabannya:
Ibumu mungkin keberatan, tetapi ada sebuah cara lain untuk membersihkan hidung tanpa memasukkan apa pun kedalamnya. Cukup tekan salah satu sisi lubang hidung untuk menutupnya, tarik napas yang dalam, tutup mulut kemudian hembuskan sekaligus sekeras-kerasnya. Engkau akan menemukan betapa dahsyat kotoran yang keluar dari lubang hidung yang lain. Pastikan kepalamu agak menjauh dari tubuh supaya tidak mengotori bajumu.
Cara membersihkan hidung dengan cara membersit ini mengandung arti tak ada alasan terlalu mendesak untuk mengevolusikan jari yang siap untuk menggali dan lubang hidung yang menganga. Bagaimanapun, ketika hidung tersumbat, ini dapat diatasi dengan mudah dengan bernapas melalui mulut. Sesungguhnyalah, hidung tersembat hanya menjadi masalah apabila ada sesuatu terperangkap dekat tulang hidung yang bisa berbahaya karena dekat dengan otak, itu bagian yang terlalu sempit untuk dimasuki jari, minta pertolongan kepada dokter adalah cara yang paling bijaksana.
Kami harus menyimpulkan bahwa kesesuaian antara ukuran jari dan lubang hidung hanya sebuah kebetulan. Saran saya adalah buang kotoran hidungmu dengan cara membersit, kemudian simak yang dikatakan oleh ibumu.
Holly Dunsworth
State College Pennsylvania, AS
(And this is my favourit answer) Organ tubuh umumnya saling menyesuaikan ukuran dan bentuk dengan organ lainnya supaya dapat berguna. Contoh yang jelas sekali antara lain adalah organ seksual jantan dan betina pada banyak serangga dan sebagian mamalia, mulut bayi hewan berkantung dan puting susu induk mereka, dan pada banyak hewan cakar atau jari kaki memanjang yang diadaptasikan untuk membersihkan bulu-bulu. Bagaimanapun, ukuran dan bentuk yang tidak sesuai tidak perlu diartikan bahwa organ-organ tersebut tidak dapat bekerja sama. Sebagai contoh, saluran untuk melahirkan pada betina mamalia jelas dapat dilewati bayi yang jauh lebih besar daripada organ seksual jantan. Lubang sering bisa mengembang atau menyusut untuk menyesuaikan diri dengan yang akan masuk atau lewat (ini bagian favorit saya, secara fakta ilmiah tentunya).
Sebaliknya, tidak selalu berarti bahwa, karena sebuah organ cocok dengan sebuah lubang, itu sesuatu yang bukan kebetulan. Ada beberapa tempat lain yang dapat dimasuki oleh jarimu namun akan membuat ibumu berteriak: "jangan!" apalagi jika itu engkau lakukan di tempat umum.
Engkau memiliki lima buah jari dengan lima ukuran sedangkan hidung hanya dua., berarti untuk mendapatkan kesesuaian kita tidak harus menunggu sebuah kebetulan. Pun tak ada alasan yang jelas dalam proses evolusi yang mengharuskan lubang hidung sama besar dengan ukuran jari. Yang lebih mungkin, alam mengatur agar kita membersit, sama seperti yang diperbuat oleh gajah. Bahwa kemudian ada seni memasukkan jari ke dalam hidung, ini yang menurut kacamata ilmiah bisa dianggap sebuah kebetulan.
Jon Richfield
Somerest West, Afrika Selatan
Sementara saya setuju bahwa cara membuang ingus dengan membersit kuat-kuat adalah sebuah keajaiban tersendiri, saya perlu mengingatkan soal saran Holly Dunsworth yang menyuruhmu "menarik naps dalam-dalam kemudian menghembuskannya kuat-kuat" melalui salah satu lubang hidung. Keahlian saya yang saya kembangkan dalam teknik ini sewaktu saya masih kanak-kanak telah menyebabkan saya mengalami radang sinus dan pendarahan hidung yang gawat.
Duncan Hannant
Professor of Large Animal Immunology
University of Nottingham
Loughborough, Leicestershire, Inggris
Saya juga ingin menambahkan sebuah peringatan bahwa metode ini tidak higienis, dan dapat menyebarkan sejumlah penyakit. Membuang kotoran hidung dengan cara ini sebaiknya dilakukan ketika engkau sedang sendirian (cukup bijak).
Bron
Australia
***
ada sebah kutipan dari Harun Yahya, "hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem, keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan."
Dan saya pikir, ketika Tuhan menciptakan bentuk lubang hidung sedemikian rupa, Dia juga telah menciptakan alat untuk membersihkannya, kita hanya perlu mencari yang terbaik.
Thanks, semoga bermanfaat, and don't be too serious!
Read more
Pertanyannya:
Kebetulankah jika jari kita pas sekali dengan lubang hidung? Andai tidak demikian, mengapa ibu saya melarang saya melakukannya?
Jack walton (9 tahun), (walaupun pertanyannya simpel, saya menemukan bukti kecerdasan masyarakat barat dari keingintahuan mereka sejak kanak-kanak melalui pertanyaan ini)
London, Inggris
Dan berikut beberapa jawabannya:
Ibumu mungkin keberatan, tetapi ada sebuah cara lain untuk membersihkan hidung tanpa memasukkan apa pun kedalamnya. Cukup tekan salah satu sisi lubang hidung untuk menutupnya, tarik napas yang dalam, tutup mulut kemudian hembuskan sekaligus sekeras-kerasnya. Engkau akan menemukan betapa dahsyat kotoran yang keluar dari lubang hidung yang lain. Pastikan kepalamu agak menjauh dari tubuh supaya tidak mengotori bajumu.
Cara membersihkan hidung dengan cara membersit ini mengandung arti tak ada alasan terlalu mendesak untuk mengevolusikan jari yang siap untuk menggali dan lubang hidung yang menganga. Bagaimanapun, ketika hidung tersumbat, ini dapat diatasi dengan mudah dengan bernapas melalui mulut. Sesungguhnyalah, hidung tersembat hanya menjadi masalah apabila ada sesuatu terperangkap dekat tulang hidung yang bisa berbahaya karena dekat dengan otak, itu bagian yang terlalu sempit untuk dimasuki jari, minta pertolongan kepada dokter adalah cara yang paling bijaksana.
Kami harus menyimpulkan bahwa kesesuaian antara ukuran jari dan lubang hidung hanya sebuah kebetulan. Saran saya adalah buang kotoran hidungmu dengan cara membersit, kemudian simak yang dikatakan oleh ibumu.
Holly Dunsworth
State College Pennsylvania, AS
(And this is my favourit answer) Organ tubuh umumnya saling menyesuaikan ukuran dan bentuk dengan organ lainnya supaya dapat berguna. Contoh yang jelas sekali antara lain adalah organ seksual jantan dan betina pada banyak serangga dan sebagian mamalia, mulut bayi hewan berkantung dan puting susu induk mereka, dan pada banyak hewan cakar atau jari kaki memanjang yang diadaptasikan untuk membersihkan bulu-bulu. Bagaimanapun, ukuran dan bentuk yang tidak sesuai tidak perlu diartikan bahwa organ-organ tersebut tidak dapat bekerja sama. Sebagai contoh, saluran untuk melahirkan pada betina mamalia jelas dapat dilewati bayi yang jauh lebih besar daripada organ seksual jantan. Lubang sering bisa mengembang atau menyusut untuk menyesuaikan diri dengan yang akan masuk atau lewat (ini bagian favorit saya, secara fakta ilmiah tentunya).
Sebaliknya, tidak selalu berarti bahwa, karena sebuah organ cocok dengan sebuah lubang, itu sesuatu yang bukan kebetulan. Ada beberapa tempat lain yang dapat dimasuki oleh jarimu namun akan membuat ibumu berteriak: "jangan!" apalagi jika itu engkau lakukan di tempat umum.
Engkau memiliki lima buah jari dengan lima ukuran sedangkan hidung hanya dua., berarti untuk mendapatkan kesesuaian kita tidak harus menunggu sebuah kebetulan. Pun tak ada alasan yang jelas dalam proses evolusi yang mengharuskan lubang hidung sama besar dengan ukuran jari. Yang lebih mungkin, alam mengatur agar kita membersit, sama seperti yang diperbuat oleh gajah. Bahwa kemudian ada seni memasukkan jari ke dalam hidung, ini yang menurut kacamata ilmiah bisa dianggap sebuah kebetulan.
Jon Richfield
Somerest West, Afrika Selatan
Sementara saya setuju bahwa cara membuang ingus dengan membersit kuat-kuat adalah sebuah keajaiban tersendiri, saya perlu mengingatkan soal saran Holly Dunsworth yang menyuruhmu "menarik naps dalam-dalam kemudian menghembuskannya kuat-kuat" melalui salah satu lubang hidung. Keahlian saya yang saya kembangkan dalam teknik ini sewaktu saya masih kanak-kanak telah menyebabkan saya mengalami radang sinus dan pendarahan hidung yang gawat.
Duncan Hannant
Professor of Large Animal Immunology
University of Nottingham
Loughborough, Leicestershire, Inggris
Saya juga ingin menambahkan sebuah peringatan bahwa metode ini tidak higienis, dan dapat menyebarkan sejumlah penyakit. Membuang kotoran hidung dengan cara ini sebaiknya dilakukan ketika engkau sedang sendirian (cukup bijak).
Bron
Australia
***
ada sebah kutipan dari Harun Yahya, "hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem, keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan."
Dan saya pikir, ketika Tuhan menciptakan bentuk lubang hidung sedemikian rupa, Dia juga telah menciptakan alat untuk membersihkannya, kita hanya perlu mencari yang terbaik.
Thanks, semoga bermanfaat, and don't be too serious!
