Orang-orang bisa ngartiin cinta apa aja, "Love, like a river, will cut a new path
whenever it meets an obstacle" (Crystal Middlemas), "cinta bukan karena, tetapi walaupun", "dari dulu beginilah cinta deritanya tiada akhir" (ti pat kai), menurut orang Makassar cinta itu singkatan dari Cindolo' na Tape (cendol dan radio tape). sementara teman saya merasa, cinta adalah ketika ia menerima sms balasan berisi kata-kata yang panjang dan bukan sekedar jawaban "hehe.." atau ":-)" , do he really think like that? itu pasti dengan alasan yang masuk akal.
belakangan seorang teman saya sering curhat, gimana dia merasa pacarnya ga' sayang lagi sama dia, pasalnya gini, setiap sms-sms yang dia kirim buat pacarnya dengan niat mau ngobrol atau sekedar basa-basi, seringnya cuma dibalas dengan jawaban "hehe..", lha? seolah-olah pacar teman saya itu ga' ada niat buat nerima sms lanjutan, dan malas buat diajak ngobrol. bayangin aja, misalnya kita lagi pengen ngobrol, sudah pontang-panting mikir tema pembicaraan, tapi balasan yang diterima cuman efek suara cengengesan, nah, kita mau balas apa lagi coba? otomatis kita bakal nyari topik lain lagi, tapi masalahnya topik yang baru itu cuma dibalas lagi pake gambar muka senyum atau semacamnya, gimana ga' di skak mat kita. kalo sekali dua kali tiga kali sih wajar, mood orang kan bisa berubah-ubah, tapi kalau frekuensinya sudah terbilang sering, kalau bukan jempolnya menderita stroke sehingga susah buat gerak, kemungkinan pacar teman saya itu menderita sindrom bad mood berkepanjangan.
efeknya lebih terasa manakala (wah, bisa jadi jurnalis nih saya) pada momen-momen awal pacaran mereka, teman saya sering disuguhi sms-sms manja dan kata-kata selangit dua langit dari pacarnya itu. tebak aja, kalo awalnya mesra dan semakin kesini semakin hampa bin singkat, itu artinya apa hayo? salah satu kemungkinan terburuk yaitu bosan. ditambah lagi, distatus facebooknya, dia sudah ga' pernah nulis status tentang perasaannya kepada teman saya, entah itu kangen, sedih, atau marah, padahal dulu tulis "miss you" pake keterangan 1000x.
kalo menurut saya sih, itu memang resiko dari kata-kata yang terlalu manis dan keseringan yang kita berikan sama seseorang yang kita sayangi, ketika suatu saat, kata-kata yang kita terima sudah ga' semanis yang dulu lagi, maka yang kita pikir hanyalah bahwa doski udah bosan sama kita. bukannya ga' setuju sih, tiap orang punya cara masing-masing, tapi setidaknya kita bisa konsisten, supaya pacar kita ga' merasa ada perubahan dalam diri kita, apalagi yang mengarah indikasi bosan. dan kalo memang kita merasa tidak yakin bisa selalu bermulut manis tiap saat, mending biasa-biasa aja, kan ada kalanya kita makan sambel, baru bangun tidur, dimana kondisi ini membuat mulut kita betul-betul tidak manis.
saya akui, saya jarang mengirimkan kata-kata indah yang enak dipake sebagai pengantar tidur pada pacar saya, maksimal "met bobo, and have a nice dream", tapi untungnya dia ngerti dan ga' pernah protes ketika suatu malam dia akhirnya ga' nerima sms selamat tidur itu, karena memang sudah biasa begitu. kalo lagi sms-an juga seringnya saya cuma balas dengan jawaban-jawaban bodoh dan candaan, kata "sayang" juga ga' setiap saat muncul dalam pesan saya itu, dan baiknya, pacar saya ga' pernah rewel dengan hal itu, sekali lagi karena biasanya memang begitu. memang dalam banyak kesempatan saya cuma mengirimkan kalimat-kalimat biasa buat dia, tapi itu bukan berarti saya ga' sayang, dan saya percaya dia percaya sama saya, hal ini saya lakukan supaya kami bisa lebih akrab dengan pendekatan pertemanan, lebih luwes, dan ga' jaim dalam hubungan yang namanya pacaran. alasannya juga karena, jika suatu saat saya ingin mengungkapkan rasa sayang saya melalui kata-kata indah, maka kata-kata itu akan menjadi lebih terasa bedanya dan eseninya, ketimbang udah menjadi konsumsi sehari-hari, dan jika kata-kata saya akhirnya jadi biasa lagi, setidaknya dia ga' bakalan berpikir ada perubahan dalam diri saya, tapi memang biasanya begitu. kalo istilah saya, menjaga tempo aja, membangun tensi perlahan, biar klimaksnya lebih wah! dan ga' ngebosenin.
intinya kita memang ga' boleh menyimpulkan perasaan seseorang cuma melalui isi pesan sms-nya, tapi setidaknya perubahan-perubahan itu kita bisa liat dari situ, yah..belajar konsisten aja!
About me
Network
Blog
Tuesday, March 16, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment