Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Pages

Labels

Followers

I'm curious about..

About me

My photo
insomnia transient dan hypersomnia di waktu lain

Blog

Tuesday, April 13, 2010

How Long Was This Last Three Weeks For You?

Kalau ga' salah ingat, dalam salah satu episode astro boy, salah satu tokohnya entah itu atom atau yg lainnya saya lupa pokoknya, berubah mnjadi smacam partikel cahaya. Tapi menjadi cahaya nyatanya ga' membuat si tokoh bergerak secepat cahaya, malah sama aja dgn biasanya, hanya saja, mahkluk2 disekitarnya menjadi (seperti) patung. Awalnya si tokoh bingung melihat dunia kok kayaknya berhenti berputar, tapi akhirnya si tokoh sadar, menjadi cahaya telah membuat waktu berlalu sangat sangat lambat baginya, semua brgerak hanya sepersekian inchi dalam waktu yg sangat lama, dan tak ada seorang pun yang akan menyadari keberadaannya, karena berdiri di dpan mata sseorang selama seharian wktu cahaya, msih lebih cepat dari kedipan mata. Itu kalau saya ga' salah ingat, kalau iya, itu artinya imajinasi saya sudah campur aduk dgn ingatan saya, atau berubah menjadi smcam kenyataan di masa lalu. Smoga tidak.

Kmrin malam, saya sedang demam, sedang susah tidur, dan waktu sedang terasa belalu sangat lambat, ga' sperti malam2 yg besoknya ada kuliah pagi, padahal saya pengen cepat2 pagi, supaya sy bisa membangunkan ibu saya untuk merawat saya, selain saya jg sdh minum placebo dgn indikasi "meringankan gejala demam saat pagi hari menjelang". Sementara saya menggigil kedinginan dan mngeluhkan wktu yg brlalu sangat lambat, mungkin orang2 yg lagi karaokean mengeluh karena beberapa jam rasanya singkat saja. Durasi boleh sama, tapi begitulah waktu, kadang cepat kadang lambat. Menunggu anak lain selesai naik mobil2an rasanya lebih lama daripada ketika kita merasakan sndiri berada di dalamnya, untuk jumlah koin yang sama. Mendengarkan dosen yang mmbosankan akan membuat waktu terasa lebih panjang, sementara proses penuaan dan pencernaan berjalan seperti biasa. Dalam kasus ini, kau boleh mengatakan bahwa waktu itu tidak adil.

Dalam bukunya A Cat In My Eyes, Fahd Djibran menuliskan kalau waktu itu seperti memiliki "kehendak", waktu seperti "hidup". Dan beberapa ilmuwan dan filsuf membagi dua jenis waktu. Einstein: waktu tubuh dan waktu mekanis, Henri Bergson: waktu dan durasi, Erwin Schrodinger: la time dan la dure, dan Mohammad Iqbal membaginya menjadi waktu sinambung dan durasi murni.

Saya memang tidak mengenal Abraham Lincoln, tapi katanya dia pernah ngomong gini, "pada akhirnya, bukan jumlah tahun dalam kehidupanmu yang berarti, tapi kehidupan dalam tahun-tahunmu". Menurut penafsiran saya sbgai orang awam, tahun dalam hidup adalah jumlah hari, bulan, tahun yang kita lewati dalam hidup, satuannya sama dengan manusia lainnya, sementara hidup dalam tahun-tahun adalah waktu yang kita gunakan untuk melakukan segala sesuatu demi membuat semua cita-cita kita menjadi nyata dalam kehidupan, satuannya, anda tentukan sendiri, dan kornversinya pun beda-beda. Dan jika kalian tidak paham dengan penafsiran saya ini, mungkin itu cuma brarti satu hal, penafsiran saya trlalu dangkal.

Pada akhirnya, satu hal yg bsa saya pahami, waktu akan menjadi kasur empuk saat kau lengah dan terlena dalam kemalasan, dan akan menjadi rivalmu dalam lomba lari ketika semangatmu sedang terbakar.

That's all folks, have a nice time and see ya!

0 comments:


Freedomwords Design by Insight © 2009