Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Pages

Labels

Followers

I'm curious about..

About me

My photo
insomnia transient dan hypersomnia di waktu lain

Blog

Saturday, July 17, 2010

About The Box

Fiuhh….hampir saja! saya lupa kalo hari ini adalah hari jumat, dan sebagai pemuda muslim yang masih beriman dan lupa bahwa hari ini hari jumat, saya hampir tidak melaksanakan sholat jumat, dan sebagai pemuda muslim yang masih beriman dan lupa bahwa hari hari jumat dan hampir tidak melaksanakan sholat jumat, saya hampir mendapat dosa, dan sebagai…PLAK!!

Oke, sebagai pemuda yang masih sempat melaksanakan sholat jumat, maka saya sempatkan hadir di
mesjid siang ini, bukan di tempat biasa, karena saya lagi nginap di rumah teman. Lalu, sesuatu mengganggu pikiran saya, gangguan yang muncul setiap saya melihat benda itu, apalagi dengan tampilan yang tidak biasa seperti yang sering saya lihat di mesjid dekta rumah saya. Benda itu adalah, KOTAK AMAL, ya, sebuah kotak tempat orang memasukkan sumbangan untuk mesjid. Kalo ditempat saya, benda imut ini terbuat dari bahan kayu dan tertutup (ya iayalah tertutup, kalo terbuka gampang dicolong isinya), maksud saya, isi (uang) di dalamnya ga’ keliatan dari luar. Tapi dibeberapa tempat saya menemukan benda ini terbuat dari kaca, transparan, yang otomatis membuat kita bisa melihat kondisi (ke)uang(an) yang berada di dalam kotak tersebut. Dan secara tidak langsung bisa menimbulkan beberapa hal. Semisal begini:

Pertama, kita bisa tahu kadar kepelitan (meski kalo sudah menyumbang artinya tidak pelit) dan kedermawanan orang yang memberi sumbangan. Contoh, kalo seseorang memasukkan uang sejumlah limbi’ (limambilangngang atau kalau dirupiahkan senialai dengan Rp 500,-), Plung..orang yang melihat bisa saja berpikir “nih orang pelit banget, nyumbang cuma lima ratus perak”, yah mending kalo lima ratus perak, kalo cuma seratus, bisa-bisa orang yang melihat tidak lagi mengatai dia pelit, tapi malah mengalihkan uang sumbangan mesjidnya ke orang ini, saking kasiannya!. Dan, kalau ada orang yang memasukkan uang minimal sepuluh ribu, Plung…orang yang melihat mungkin saja akan berpikir, “wah, ini baru dermawan, baik hati dan rajin menyumbang!”, padahal, mungkin si penyumbang ini ga’ mau ada yang tahu berapa jumlah uang yang dia sumbangkan, karena menghindari yang namanya riya’, dan riya’ sodara-sodara, adalah dosa, jangan sampai niatnya pengen dapat pahala, malah dapat dosa. Dan lagi, syukur kalo dipuji, kalo dikatai sombong? Atau mungkin, masukin uangnya sambil pake topeng kali ya?

Padahal, meski ilmu agama saya sangat dangkal, saya yakin tidak ada ayat atau hadis yang menyebutkan berapa jumlah minimal atau seberapa besar uang yang harus kita sumbangkan ke mesjid, kasian orang yang mau menyumbang, yang mungkin uangnya pas-pasan tapi tetap ingin memberikan sumbangsihnya kepada mesjid tercinta, dan orang yang berusaha memberi sebanyak mungkin tapi tetap merasa rendah hati.

Kedua, jangan sampai, orang niatnya ke mesjid pengen beribadah, malah kerjaannya cuma melototin uang yang ada dalam kotak amal tersebut, yah kita semua taulah bagaimana uang bisa mempengaruhi kita, dari teman bisa jadi lawan, salah jadi benar, dan dari ga’ ada niat sama sekali, bisa menimbulkan godaan untuk berbuat jahat, karena jika mengacu pada apa yang selalu dinasehatkan oleh bang NAPI, kejahatan, bisa saja terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi karena ada godaan..(saya sedikit ragu apakah betul ini yang dikatakan bang NAPI)

Tapi, kalo saya pikir lagi (ternyata saya lumayan sering berpikir, hm..!), sebenarnya model kotak amal seperti ini ada bagusnya juga. Misalnya saja, kalo orang-orang melihat isi kotak amalnya sedikit banget, bisa jadi para jemaah mungkin akan tersentuh hatinya, “kasihan mesjid ini, jangan sampai tugas mulia mesjid ini untuk memperbaiki ahlak umat tersendat Cuma gara-gara kekurangan dana”, dan akhirnya mereka melakukan apa yang diperintahkan dalam Al-Quran, fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, dengan cara berlomba-lomba menyumbang buat mesjid. Tapi jika saya pikir lagi, jika memang model kotak amal dari kaca tersebut diniatkan seperti itu, kesannya, seperti mencoba mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan orang lain dan ayat Al-Quran, tapi kalau saya pikir lagi, dengan begitu, kan semakin banyak orang yang mendapat pahala…ah entahlah.

Dan….kalau saya pikir lagi, sebenarnya saya tidak usah terlalu memusingkan model kotak amal dari kaca tersebut, orang hari ini saya ga’ niat buat nyumbang juga! Hehe.. Mungkin ini cuma ketakutan berlebih dari saya, dan jujur saya tidak ingin menjudge apapun atau siapapun, karena saya hanya bertanya-tanya tentang apa yang ada dipikiran saya, itu saja.

Sekali lagi, ini hanya ketakutan dan interpretasi yang berlebih dari saya tentang satu hal kecil.

0 comments:


Freedomwords Design by Insight © 2009