Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Pages

Labels

Followers

I'm curious about..

About me

My photo
insomnia transient dan hypersomnia di waktu lain

Blog

Tuesday, April 13, 2010

Tikus, Selain Bisa Gerakin Pointer

0 comments
Pernah baca atau dengar ga' soal tikus dalam labirin?...Jadi, untuk sebuah tujuan percobaan, seekor tikus, entah itu tikus putih, hamster, tikut got, atau tikus kantor, di masukan ke dalam sebuah labirin trus dibiarin nyari jalan keluar sendiri. Nah, hebatnya, ternyata si tikus bisa mencapai jalan keluar tanpa harus terjebak berulang-ulang di jalan buntu yang sama (mungkin manusia aja yg menganggap hebat, bagi tikus sih, ini hal kecil). Kesimpulannya men, ternyata tikus bisa belajar untuk tidak terjebak pada kesalahan yang sama.

Siang ini saya lagi asoy aja, ga' da kuliah jadi seharian di rumah. Mau ngapain aja malas, bahkan nonton dan main game juga malas. Pake taktik mandi biar lebih semangat dan segar juga nihil hasilnya. Ujung-ujungnya saya terperangkap dalam kondisi yang saya sebut labirin kemalasan. Padahal saya ngutang sama diri saya sendiri buat mempelajari bahan presentasi patofisiologi, jangankan hal-hal rumit macam gitu, bacaan ringan yang menumpuk aja malas buat saya jamah. Yah..memang enak berbuat kesalahan, apalagi yang namanya buang-buang waktu.

Dan, Ternyata menjaga konsistensi semangat ga' semudah yang dibayangkan. Kalo boleh beralasan sih, saya cuma mau berteori bahwa ini soal grafik frekuensi perkuliahan yang awalnya intens secara signifikan jadi longgar (apamintu?), maksud saya gini, di awal-awal kuliah semester ini kami sangat sibuk dengan lab. dan laporan, otomatis semangat juga harus jor-joran biar ga' ketinggalan. Tapi setelah masa-masa yang rush itu akhirnya lewat, maka, seperti yang saya bilang di catatan sebelumnya, waktu membuat semua tempat jadi kasur yang empuk buat nyantai. Yah, saya sadar sih, ga' ada gunanya nyari-nyari alasan, selain bahwa faktanya semua masalah ada pada diri saya sendiri. Satu hal yang membuat saya ga' pernah protes dengan nilai-nilai mata kuliah saya adalah karena saya merasa nilai segitu memang pantas buat saya, atau mungkin lebih malah. Dan saya sering merasa kasihan sama teman-teman yang mendapat nilai jauh di bawah dari apa yang seharusnya mereka dapatkan, makanya, saya ga' pernah protes! Kalau ga' mau munafik, malu juga mendapat penghargaan yang standarnya jauh lebih tinggi dari kemampuan kita sebenarnya. Tri Wibowo B. S., seorang penulis dan penerjemah, yang nyatanya seoran lulusan FE UII Yogyakarta, merasa malu mencantumkan gelar S.E di belakang namanya, soalnya waktu kuliah dulu suka nyontek. Tapi saya rasa cuma sedikit orang seperti beliau.

Well, ternyata saya tahu betul apa-apa saja hasil akhir dari setiap kesalahan yang sering saya lakukan, cuma masalahnya, bukan cuma bagi saya mungkin, tapi banyak di antara kita, bagaimana belajar untuk tidak mengulangi kesalahan. Banyak orang pandai menjelaskan kalau berbuat buruk "begini" nanti hasilnya keburukan "begitu", tapi masalahnya kebanyakan orang cukup pintar untuk mengetahui akibat perbuatan mereka sendiri tanpa perlu diberitahu.

Yah, untuk kali ini, gapapalah saya berharap bisa seperti tikus, setidaknya, mahluk ini bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama!

Abis nulis, pengen menghayal lagi!
Read more

How Long Was This Last Three Weeks For You?

0 comments
Kalau ga' salah ingat, dalam salah satu episode astro boy, salah satu tokohnya entah itu atom atau yg lainnya saya lupa pokoknya, berubah mnjadi smacam partikel cahaya. Tapi menjadi cahaya nyatanya ga' membuat si tokoh bergerak secepat cahaya, malah sama aja dgn biasanya, hanya saja, mahkluk2 disekitarnya menjadi (seperti) patung. Awalnya si tokoh bingung melihat dunia kok kayaknya berhenti berputar, tapi akhirnya si tokoh sadar, menjadi cahaya telah membuat waktu berlalu sangat sangat lambat baginya, semua brgerak hanya sepersekian inchi dalam waktu yg sangat lama, dan tak ada seorang pun yang akan menyadari keberadaannya, karena berdiri di dpan mata sseorang selama seharian wktu cahaya, msih lebih cepat dari kedipan mata. Itu kalau saya ga' salah ingat, kalau iya, itu artinya imajinasi saya sudah campur aduk dgn ingatan saya, atau berubah menjadi smcam kenyataan di masa lalu. Smoga tidak.

Kmrin malam, saya sedang demam, sedang susah tidur, dan waktu sedang terasa belalu sangat lambat, ga' sperti malam2 yg besoknya ada kuliah pagi, padahal saya pengen cepat2 pagi, supaya sy bisa membangunkan ibu saya untuk merawat saya, selain saya jg sdh minum placebo dgn indikasi "meringankan gejala demam saat pagi hari menjelang". Sementara saya menggigil kedinginan dan mngeluhkan wktu yg brlalu sangat lambat, mungkin orang2 yg lagi karaokean mengeluh karena beberapa jam rasanya singkat saja. Durasi boleh sama, tapi begitulah waktu, kadang cepat kadang lambat. Menunggu anak lain selesai naik mobil2an rasanya lebih lama daripada ketika kita merasakan sndiri berada di dalamnya, untuk jumlah koin yang sama. Mendengarkan dosen yang mmbosankan akan membuat waktu terasa lebih panjang, sementara proses penuaan dan pencernaan berjalan seperti biasa. Dalam kasus ini, kau boleh mengatakan bahwa waktu itu tidak adil.

Dalam bukunya A Cat In My Eyes, Fahd Djibran menuliskan kalau waktu itu seperti memiliki "kehendak", waktu seperti "hidup". Dan beberapa ilmuwan dan filsuf membagi dua jenis waktu. Einstein: waktu tubuh dan waktu mekanis, Henri Bergson: waktu dan durasi, Erwin Schrodinger: la time dan la dure, dan Mohammad Iqbal membaginya menjadi waktu sinambung dan durasi murni.

Saya memang tidak mengenal Abraham Lincoln, tapi katanya dia pernah ngomong gini, "pada akhirnya, bukan jumlah tahun dalam kehidupanmu yang berarti, tapi kehidupan dalam tahun-tahunmu". Menurut penafsiran saya sbgai orang awam, tahun dalam hidup adalah jumlah hari, bulan, tahun yang kita lewati dalam hidup, satuannya sama dengan manusia lainnya, sementara hidup dalam tahun-tahun adalah waktu yang kita gunakan untuk melakukan segala sesuatu demi membuat semua cita-cita kita menjadi nyata dalam kehidupan, satuannya, anda tentukan sendiri, dan kornversinya pun beda-beda. Dan jika kalian tidak paham dengan penafsiran saya ini, mungkin itu cuma brarti satu hal, penafsiran saya trlalu dangkal.

Pada akhirnya, satu hal yg bsa saya pahami, waktu akan menjadi kasur empuk saat kau lengah dan terlena dalam kemalasan, dan akan menjadi rivalmu dalam lomba lari ketika semangatmu sedang terbakar.

That's all folks, have a nice time and see ya!
Read more

Short Note About Long Fellowship

0 comments
Well, hello there folks, how's your doin'? Hope you guys doin' well!

Tau ga' bro (belakangan saya sdikit gaul memang!), kurang lebih 17 tahun lalu (lebihnya kira2 4 tahun), pada tnggal dn blan yg sma dgn hari ini , lahirlah seorang bayi yang akan menambah panjang daftar orang tampan di bumi ini, bra (yaaah..slah ngomong deh). setelah dipikirkan masak-masak, Ortu si bayi memberilah nama Kurnia Rachmad padanya..yup, that was me, and still me 'till now.

Berhasil bertahan hidup selama 21 tahun melalui brbagai era, dari orde baru smpai reformasi, dari globalisasi sampai global warming, dan dari era Padi sampai Wali (kata superglad, "wali kelas kali!"), boleh dibilang telah banyak asam garam kehidupan sudah saya makan. Tapi untung semua itu tidak saya hadapi sendiri, dimana ada banyak sahabat-sahabat yang manis2, imut, lucu, dan gaul yang selalu menemani melewati segala ujian, cobaan, kuis, ulangan, dan semacamnya.

Dimulai dari masa kanak-kanak, masa dimana kebanyakan waktu main saya habiskan di dunia liar, mulai dari nangkap ikan di got, yang ga' jarang salah tangkap tai tukang becak (saya harap kalian ga' sdang mkan wktu baca ini), berburu kepiting dan tude' (kerang) di pantai losari, sampai ramai2 menjarah pohon mangga orang! Masa ini saya lalui dengan bersekolah di TK Kuncup Mekar, yang terletak di jalan Sultan Hasanuddin (skrg sdh pindah), dpn bioskop bokep Istana (skrg sdh bangkrut), ironis mmang ltak skolah saya ini. Kemudian lanjut di SDN Inpres Mangkura.

Cita-cita saya waktu kanak-kanak adalah pengen jadi komikus, animator, desainer grafis atau apalah yang penting bisa bikin gambar2 aneh, sempat juga pengen jadi astronot tukang bor minyak kayak harry stamper, gara2 nnton Armageddon.

Lanjut ke masa remaja. Ga' jauh beda sama remaja kebanyakan, saya sedang menikmati pencarian jati diri serta munculx tanda-tanda kelamin sekunder, produksi hormon yang gila-gilaan, dan trombosit pada level normal (ngawur abis!). Tempat tongkrongan udah beda, bkn di alam liar lagi, tapi mulai hijrah ke mall, TO, dan taman bacaan komik. Dan dgn mnyandang siswa SMPN 1 Makassar-lah sy mlalui smua itu, di skolah ini pula saya mulai berkenalan dgn sobat2 trbaik saya.

Masuk SMAN 3 Makassar, hidup mulai trasa sdikit rumit, gara2 cinta, pergaulan, dn cita2 yang ga' tau hilang kemana. Tpi untung semua cobaan itu bsa teralihkan dri pkiran saya sjak masuk ke kelas 3 ipa 5, the gokilest class ever! Msuk ke kelas ini tlah banyak merubah kpribadian saya, yang tadinya cuma biasa2 aja, menjadi sdikit error, invalid, dan uncorrect (lha?!). Tapi sya akui, masa2 ini trlalu indah buat disangkal, meski banyak kekacauan, hukuman, kenakalan, dan keganjilan di dalamnya. Sy ga' mungkin lupa kenangan nyanyi lgu kemesraan-nya iwan fals wktu istirahat, ngamen rame2 dlm skolah, permusuhan dgn kelas2 lain utamanya IPS, permainan hambur-hambur orang yg sring kta mainkan. Katanya Slank, semua itu terlalu manis untuk dilupakan (jadi pengen nangis!).

Lulus SMA. Kehilanan cita2 bikin saya jadi ga' punya ambisi. Ga' lulus SPMB, ga' trllu jadi masalah. And then, life is going like in Radiohead's song, "no alarms, and no surprises", monoton, pasif, kalo istilah tarif telfonnya, flat. Tapi untung msh ada tman2 yg asik di tempat bimbel.

Smpat sdih wktu rkan sepengangguran, Nas, hijrah ke nomaden place. Tinggalah sy brdua sma Doma, yg sdg brusaha mmprbaiki hidup.

Akhrnya hdup mlai trcerahkan wktu kami akhrnya llus masuk UNHAS. Tpi, khdupan kampus trnyata ga' seperti yg tlah sy byangkan. Pengkaderan, proses adaptasi dgn lingkungan dn tman2 bru mmbuat mental sya drop, terlebih lulus di ilmu gizi sbnrnya bkan tjuan, tpi cma suatu kbetulan dri rutinitas hdup orang normal yg hrus dipenuhi.

Makin kesini hidup memang terasa makin sulit, tapi smangat pantang menyerah tlah mmbuat sya brhasil mlalui masa2 itu, dan waktu2 stlah mlalui masa2 sulit sngguh trasa lbh brmakna dan brharga, ga' ada sdetikpun yg trasa ga' brarti, smua trasa jadi lbh hidup. Dgn brbkal prinsip ini, srta dukungan tman2 d kampus, sya yakin bsa mlalui sgla tantangan era Pasar Bebas ini (nyambung ga' yah?). And here i am, mengumpulkan kmbali keberanian bercita2, sambil sesekali nulis catatan ringan.

Imam Syafi'i bilang, "Putaran zaman memang menakjubkan, suatu saat kau mengalami keterpurukan, dan pada saat yang lain kau akan memperoleh kejayan", saya mau percaya hal ini, pun dengan yang dikatakan Naif, "hidup itu indah".

27 maret 2010, happy birthdate to me, and my friend Marcvi Prazwanata!
Read more

Monday, March 22, 2010

Kenapa Laskar Pelangi Ga' Manjur Buat Saya!

0 comments
Katanya tidak ada yang gratis di dunia, maka untuk setiap apa yang kita inginkan butuh sebuah harga. saya cuma tidak mau mendapatkan sesuatu yang biasa-biasa saja atau malah cetek, dengan sebuah harga yang mahal, termasuk prestasi dangkal dengan harga bertahun-tahun sekolah.


Belum lama ini, saya sedang tertarik untuk membahas atau mencari segala sesuatu yang bisa menjadi pendukung dalam usaha saya membangun motivasi, tapi kali ini saya tidak terlalu tertarik dengan buku-buku pembangkit semangat atau yang semacamnya, laskar pelangi dan beberapa buku lain yang katanya sangat menginspirasi nyatanya cuma jadi sekedar bahan bacaan, kalaupun memang ada efeknya, paling lama bertahan cuma sampai seminggu, itu yang saya alami. Cuma mau coba-coba dengan sesuatu yang lebih realisitis aja, lebih dekat, dan lebih akrab dengan kehidupan sendiri, maka saya mulai dari orang-orang terdekat.


Bukannya saya menganggap buku-buku motivasi itu ga' ada gunanya atau sekedar bohongan, sebenarnya cukup bermanfaat juga kok, minimal bisa jadi media penambah pengetahuan dan hiburan. Jujur, yang saya lihat dari buku semacam itu cuma gambaran bagaimana seseorang yang mau berubah harus berusaha dengan keras, dan pada akhirnyaTuhan memang berpihak pada orang yang mau berusaha, cuma sebatas itu, sebatas tahu "oh..kalau mau menjadi lebih baik kita harus berusaha dengan keras, dan bagaimanapun tidak mungkinnya sebuah cita-cita, kita pasti bisa meraihnya". Kalau saya menganggapnya, buku-buku itu cuma sebagai pengingat, bukan sebagai sumber motivasi,soalnya yang saya tau motivasi lahir dari dalam diri kita sendiri, setelah kita benar-benar sadar untuk bertindak, tapi sekedar sadar juga ga' cukup, kita sadar kalau mau sukses harus giat berusaha, tapi sadar belum berarti kita telah berusaha.


Teman saya bilangnya gini, "itu penulis buku motivasi juga sadar bukan ji karena buku, dia sadar sendiriji, trus na bikin mi buku". Yup, kadang kita memang terlalu naif dengan berpikir kita harus memperbaiki diri kita dengan membaca sebuah bacaan yang menginspirasi, padahal pengalam dan kegagalan dalam hidup kita sudah lebih dari cukup sebagai bahan referensi. Andrea Hirata juga bisa meraih cita-citanya kuliah di Sorbonne bukan karena membaca buku-buku motivasi, tapi karena pengalam hidup dan kesadaran untuk memajukan kaumnya.


Saya pernah baca sebuah artikel, isinya tentang hal-hal apa atau siapa saja yang paling bisa mempengaruhi seseorang, dan hasilnya, orang terdekatlah yang berada di urutan teratas, iklan dan buku ada di urutan kesekian. dan setelah saya pikir-pikir, hal ini ada benarnya juga, dan ternyata tanpa saya sadari saya telah mengalaminya. Dari seorang teman terdekat saya, saya belajar untuk tidak terlalu memikirkan tanggapan orang tentang kita, jadilah seperti apa yang kamu mau, dan kadang seorang lelaki harus punya sedikit sikap memberontak (cool!..), dan satu hal yang bisa saya sarankan pada orang ini, kentutlah pada tempatnya! Dari teman yang lain, saya mendapatkan keberanian, dengan meniru apa yang dilakukannya, untuk menyebarluaskan tulisan-tulisan yang selama ini cuma tersimpan dalam otak saya, minimal melalui jejaring sosial, hal ini bukan saya dapatkan dari dari pelatihan atau seminar-seminar. Dan saya belajar bahwa kita harus mencoba segala kesempatan yang ada, cukup mencoba, hasil akhir itu ditentukan oleh usaha kita, toh kita ga' akan rugi apapun, itu saya pelajari dari teman saya yang lain. Dan layaknya anak sekolahan, yang kewajibannya memang belajar, kadang pelajaran itu tidak dapat saya amalkan sepenuhnya, pengaplikasiannya itu juga masih butuh pembelajaran. Pada segmen ini, saya tidak belajar dari buku, dan pelajaran itu tidak mereka turunkan dengan sengaja dan dengan gaya menggurui, mereka cuma berlaku sesuai apa adanya mereka. Entah bagaimana penjelasannya, tapi yang saya tahu kita cenderung mengikuti orang yang terdekat dengan kita.


Akhir-akhir ini, tugas-tugas kuliah sedang menumpuk (kayaknya memang selalu begitu), ditambah lagi berlembar-lembar laporan praktikum yang harus ditulis tangan, ya..ditulis tangan saudara-saudara! yang maksudnya, ditulis dengan menggunakan pulpen yang digerakkan dengan tangan (saya kira kalian cukup pintar untuk memahaminya). Seseorang yang dekat "dihati" saya, telah mengajarkan, semua tugas-tugas itu memang layak mengurangi sedikit-banyak dari waktu tidur saya, dan sebagi seseorang yang sedang sadar untuk mau berubah menjadi lebih baik, tak ada pilihan lain selain melakukannya. Sekali lagi hal itu saya pelajari tanpa perlu diajari.


Dan entah sejak kapan, saya mulai terbangun dengan kalimat "when we wake up in the morning, we always have two simple choices, go back sleep and dreams, or wake up and chase those dreams".


dedicated to all my friend in Kongsi Orang-Orang Belum Sukses!
Read more

Tuesday, March 16, 2010

What Would You Think About "hehe" Reply From Your Girlfriend

0 comments
Orang-orang bisa ngartiin cinta apa aja, "Love, like a river, will cut a new path
whenever it meets an obstacle" (Crystal Middlemas), "cinta bukan karena, tetapi walaupun", "dari dulu beginilah cinta deritanya tiada akhir" (ti pat kai), menurut orang Makassar cinta itu singkatan dari Cindolo' na Tape (cendol dan radio tape). sementara teman saya merasa, cinta adalah ketika ia menerima sms balasan berisi kata-kata yang panjang dan bukan sekedar jawaban "hehe.." atau ":-)" , do he really think like that? itu pasti dengan alasan yang masuk akal.

belakangan seorang teman saya sering curhat, gimana dia merasa pacarnya ga' sayang lagi sama dia, pasalnya gini, setiap sms-sms yang dia kirim buat pacarnya dengan niat mau ngobrol atau sekedar basa-basi, seringnya cuma dibalas dengan jawaban "hehe..", lha? seolah-olah pacar teman saya itu ga' ada niat buat nerima sms lanjutan, dan malas buat diajak ngobrol. bayangin aja, misalnya kita lagi pengen ngobrol, sudah pontang-panting mikir tema pembicaraan, tapi balasan yang diterima cuman efek suara cengengesan, nah, kita mau balas apa lagi coba? otomatis kita bakal nyari topik lain lagi, tapi masalahnya topik yang baru itu cuma dibalas lagi pake gambar muka senyum atau semacamnya, gimana ga' di skak mat kita. kalo sekali dua kali tiga kali sih wajar, mood orang kan bisa berubah-ubah, tapi kalau frekuensinya sudah terbilang sering, kalau bukan jempolnya menderita stroke sehingga susah buat gerak, kemungkinan pacar teman saya itu menderita sindrom bad mood berkepanjangan.

efeknya lebih terasa manakala (wah, bisa jadi jurnalis nih saya) pada momen-momen awal pacaran mereka, teman saya sering disuguhi sms-sms manja dan kata-kata selangit dua langit dari pacarnya itu. tebak aja, kalo awalnya mesra dan semakin kesini semakin hampa bin singkat, itu artinya apa hayo? salah satu kemungkinan terburuk yaitu bosan. ditambah lagi, distatus facebooknya, dia sudah ga' pernah nulis status tentang perasaannya kepada teman saya, entah itu kangen, sedih, atau marah, padahal dulu tulis "miss you" pake keterangan 1000x.

kalo menurut saya sih, itu memang resiko dari kata-kata yang terlalu manis dan keseringan yang kita berikan sama seseorang yang kita sayangi, ketika suatu saat, kata-kata yang kita terima sudah ga' semanis yang dulu lagi, maka yang kita pikir hanyalah bahwa doski udah bosan sama kita. bukannya ga' setuju sih, tiap orang punya cara masing-masing, tapi setidaknya kita bisa konsisten, supaya pacar kita ga' merasa ada perubahan dalam diri kita, apalagi yang mengarah indikasi bosan. dan kalo memang kita merasa tidak yakin bisa selalu bermulut manis tiap saat, mending biasa-biasa aja, kan ada kalanya kita makan sambel, baru bangun tidur, dimana kondisi ini membuat mulut kita betul-betul tidak manis.

saya akui, saya jarang mengirimkan kata-kata indah yang enak dipake sebagai pengantar tidur pada pacar saya, maksimal "met bobo, and have a nice dream", tapi untungnya dia ngerti dan ga' pernah protes ketika suatu malam dia akhirnya ga' nerima sms selamat tidur itu, karena memang sudah biasa begitu. kalo lagi sms-an juga seringnya saya cuma balas dengan jawaban-jawaban bodoh dan candaan, kata "sayang" juga ga' setiap saat muncul dalam pesan saya itu, dan baiknya, pacar saya ga' pernah rewel dengan hal itu, sekali lagi karena biasanya memang begitu. memang dalam banyak kesempatan saya cuma mengirimkan kalimat-kalimat biasa buat dia, tapi itu bukan berarti saya ga' sayang, dan saya percaya dia percaya sama saya, hal ini saya lakukan supaya kami bisa lebih akrab dengan pendekatan pertemanan, lebih luwes, dan ga' jaim dalam hubungan yang namanya pacaran. alasannya juga karena, jika suatu saat saya ingin mengungkapkan rasa sayang saya melalui kata-kata indah, maka kata-kata itu akan menjadi lebih terasa bedanya dan eseninya, ketimbang udah menjadi konsumsi sehari-hari, dan jika kata-kata saya akhirnya jadi biasa lagi, setidaknya dia ga' bakalan berpikir ada perubahan dalam diri saya, tapi memang biasanya begitu. kalo istilah saya, menjaga tempo aja, membangun tensi perlahan, biar klimaksnya lebih wah! dan ga' ngebosenin.

intinya kita memang ga' boleh menyimpulkan perasaan seseorang cuma melalui isi pesan sms-nya, tapi setidaknya perubahan-perubahan itu kita bisa liat dari situ, yah..belajar konsisten aja!
Read more

Freedomwords Design by Insight © 2009