Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Pages

Labels

Followers

I'm curious about..

About me

My photo
insomnia transient dan hypersomnia di waktu lain

Blog

Saturday, July 17, 2010

Kabar-kabaran Gembira-gembiraan

0 comments
Assalamualaikum, wahai kawan2ku snasib sperjuangan. Sbelum mmbaca pnjang lebar apa yg akn sy tliskan sbentar, pertama2, marilah kita pnjatkan puji syukur kpd Allah SWT, ats limpahan rahmatnya shgga kita msi brada di jalur (on line) utk sm2 mmbaca cttan teman kalian yg tercinta ini, mskipun mngkn cttan ini tdk layak posting dn hnya mmbuang2 wktu kawan2ku tercinta. Srta, tk lupa kta kirimkan shalawat ke haribaan Rasulullah SAW, sang revolusioner sejati yg tlah mmbawa kta dr lembah yg gelap gulita ke jalan yg terang benderang, dn dari ceruk kebiadaban mnuju bukit kberadaban yang hijau dn lapang.

Pda ksmpatan yg brbahagia ini, izinkanlah sy, sbgai penulis-penulisan ini, mnyampaikan bbrapa kbar gmbira kpda kawan2ku smua, dngan tdk brmaksud utk mnyombongkan ssuatu, tpi hnya ingin mmbagi hal utk sama2 kita syukuri, krn sbgai ssama mahluk Tuhan, kita patut bhagia melihat orang lain bahagia, serta krn slama liburan ini saya menjadi lebih produktif dalam melakukan hal2 tidak produktif, mk dripad trus mmbuang wktu, sy smpatkan, mmbuat hl tdk produktif lainnya. Baiklah, ini dia:

* Kmarin siang, splg dari Sholat Jumat, di dlam lorong, sy lewat di dpan dua cwek ABG . Llu ktika sy melintas, sy mndengar mreka berbisik2 "Afgan..Afgan". Dlm hati, sy cma bsa mmaklumi smbil tersenyum, :-)
Kemudian, saya teringat si Daya', remaja tanggung bertampang culun tetangga saya itu, yang tiap hari kerjanya bergaul dengan ayam ksayanganny, yg waktu kecil sring brseru "ale waow!..ale waow!" (sare bayao! sare bayao), oleh anak2 lorong, ternyata dia juga dipanggil Afgan. Jadi, saya tidak tahu, dikatai mirip Afgan itu sebenarnya pujian atau bukan.

*Kabar lain, Edo akhirnya mau mengembalikan Cafa kepada Kamila, yang otomatis membuat Ibu saya merasa sedikit lega, meski, sama2 kita
ketahui, setelah satu kebahagiaan kecil dalam sinetron, akan diikuti oleh seratus episode penuh tangis.

*Kemudian, tentang Tarif Dasar Listrik (TDL). Pemerintah kita, melalui PLN, akhirnya menaikkan TDL per tanggal 1 juli. Terlepas dari semua alasan pemerintah mengambil kebijakan ini, saya punya spekulasi sendiri. Mungkin pemerintah kita, telah memperoleh data baru hasil sensus terakhir ini, bahwa perekonomian rakyat Indonesia telah maju, dan angka kemiskinan telah mencapai nol. Jadi, bisa dibilang rakyat Indonesia sudah pada kaya, maka kenaikan TDL ga' bakal berpengaruh dengan keadaan ekonomi kita semua. Padahal, saya berfikir, sebenarnya kita bisa lebih kaya lagi dari kita yang sekarang, kalau TDL tidak naik. Semoga spekulasi saya ini benar, kalaupun tidak, mungkin pemerintah kita sedang mendoakan kita semua supaya jadi kaya.

* Saya juga baru saja mendapat kabar, bahwa keuntungan Pertamina semakin meningkat, menyusul semakin tingginya angka penjualan elpiji 3 kg. Belakangan saya ketahui, ternyata sebuah kelompok jihad, memborong semua elpiji tersebut untuk dikirim ke Palestina, sebagai bekal persenjataan, mengingat elpiji tersebut Murah, Meriah, dan bisa Meledakkan tank2 Israel.

* Besok adalah hari bahagia bagi sebagian warga lorong saya, karena akan ada hajatan, dimana hal ini cuma bisa berarti satu hal, makan enak yang gratis. Objek utama hajatan ini tidak lain dan tidak bukan adlh si Wawan, bocah laki2 yg sebentar lagi akan dikhitan. Wawan ini, sifatnya mirip dgn tokoh Elmira dalam kartun Tiny Toon, seorang bocah yg hobinya mmbuat binatang yang ada disekitarnya mnderita lahir batin. Namun, untungnya smakin kesini, sifat kebrutalan bocah ini semakin tumpul. Dulu, beberapa ekor ayam telah dibuat kawin paksa olehnya, ia juga smpat melakukan pengamatan tentang sifat aerodinamika dari struktur anatomi tubuh kucing, bhkan ayam milik shbatnya sndiri, si Daya', tdk mmiliki hak khusus untuk tidak disiksa. Hrapan saya sebagai penyanyang binatang dan mngkin sgenap warga binatang di lorong saya ini, agr stelah dikhitan, Wawan mnjadi smakin dewasa dan bisa mninggalkan sifat buruknya yg suka menyiksa binatang.

*Terakhir, kbar yg tidak klah pnting dn mnggembirakan adlh, akhirnya, sy bsa mraih IP 3, WAHAHAHA (tawa malu2)..bgi sbagian org, IP 3 mgkin bkan apa2, tapi bagi sy, ini adlh sebuah pncapaian luar biasa, akhirny usaha sy mmbuahkan hasil mmuaskan, stelah pda smester2 sbelumnya sy bgitu mndmbakannya (ya, dari sini, klian bs mnilai bgaimana bodhnya sy). Bgitu mngethui hasil ini, semua org bersorak gembira, pita2 brjatuhan dri atas, krangan bunga dkalungkan, dn sampanye pun disembar-semburkan, stelah sy sdar dari ekstase kgembiran ini, trnyta, d hdpan sy, TV sdg mnygkan pmbalap GP sdg mrayakn kmenangannya di podium. Tpi tk aplah, hal tsb ckup mwakilkan apa yg sy rsakan.

Llu, Sbg pnutup, sy akn mngutip bbrapa kalimat trkenal. "Petiklah hikmah dr sgla pristiwa yg trjadi" (Ajeng Kamaratih, Sergap), "Syukuri apa yg ada, hidup adlh anugerah" (D' Masiv), srta jk ada slah2 kta dn tdk brkenan "Sy mminta maaf kpd sluruh msyrakat Indonesia" (Cut Tari).

Have a nice news, and don't be too serious. Asta la Vista, baby (Arnold Schwarzeneger, Terminator)
Read more

About The Box

0 comments
Fiuhh….hampir saja! saya lupa kalo hari ini adalah hari jumat, dan sebagai pemuda muslim yang masih beriman dan lupa bahwa hari ini hari jumat, saya hampir tidak melaksanakan sholat jumat, dan sebagai pemuda muslim yang masih beriman dan lupa bahwa hari hari jumat dan hampir tidak melaksanakan sholat jumat, saya hampir mendapat dosa, dan sebagai…PLAK!!

Oke, sebagai pemuda yang masih sempat melaksanakan sholat jumat, maka saya sempatkan hadir di
mesjid siang ini, bukan di tempat biasa, karena saya lagi nginap di rumah teman. Lalu, sesuatu mengganggu pikiran saya, gangguan yang muncul setiap saya melihat benda itu, apalagi dengan tampilan yang tidak biasa seperti yang sering saya lihat di mesjid dekta rumah saya. Benda itu adalah, KOTAK AMAL, ya, sebuah kotak tempat orang memasukkan sumbangan untuk mesjid. Kalo ditempat saya, benda imut ini terbuat dari bahan kayu dan tertutup (ya iayalah tertutup, kalo terbuka gampang dicolong isinya), maksud saya, isi (uang) di dalamnya ga’ keliatan dari luar. Tapi dibeberapa tempat saya menemukan benda ini terbuat dari kaca, transparan, yang otomatis membuat kita bisa melihat kondisi (ke)uang(an) yang berada di dalam kotak tersebut. Dan secara tidak langsung bisa menimbulkan beberapa hal. Semisal begini:

Pertama, kita bisa tahu kadar kepelitan (meski kalo sudah menyumbang artinya tidak pelit) dan kedermawanan orang yang memberi sumbangan. Contoh, kalo seseorang memasukkan uang sejumlah limbi’ (limambilangngang atau kalau dirupiahkan senialai dengan Rp 500,-), Plung..orang yang melihat bisa saja berpikir “nih orang pelit banget, nyumbang cuma lima ratus perak”, yah mending kalo lima ratus perak, kalo cuma seratus, bisa-bisa orang yang melihat tidak lagi mengatai dia pelit, tapi malah mengalihkan uang sumbangan mesjidnya ke orang ini, saking kasiannya!. Dan, kalau ada orang yang memasukkan uang minimal sepuluh ribu, Plung…orang yang melihat mungkin saja akan berpikir, “wah, ini baru dermawan, baik hati dan rajin menyumbang!”, padahal, mungkin si penyumbang ini ga’ mau ada yang tahu berapa jumlah uang yang dia sumbangkan, karena menghindari yang namanya riya’, dan riya’ sodara-sodara, adalah dosa, jangan sampai niatnya pengen dapat pahala, malah dapat dosa. Dan lagi, syukur kalo dipuji, kalo dikatai sombong? Atau mungkin, masukin uangnya sambil pake topeng kali ya?

Padahal, meski ilmu agama saya sangat dangkal, saya yakin tidak ada ayat atau hadis yang menyebutkan berapa jumlah minimal atau seberapa besar uang yang harus kita sumbangkan ke mesjid, kasian orang yang mau menyumbang, yang mungkin uangnya pas-pasan tapi tetap ingin memberikan sumbangsihnya kepada mesjid tercinta, dan orang yang berusaha memberi sebanyak mungkin tapi tetap merasa rendah hati.

Kedua, jangan sampai, orang niatnya ke mesjid pengen beribadah, malah kerjaannya cuma melototin uang yang ada dalam kotak amal tersebut, yah kita semua taulah bagaimana uang bisa mempengaruhi kita, dari teman bisa jadi lawan, salah jadi benar, dan dari ga’ ada niat sama sekali, bisa menimbulkan godaan untuk berbuat jahat, karena jika mengacu pada apa yang selalu dinasehatkan oleh bang NAPI, kejahatan, bisa saja terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi karena ada godaan..(saya sedikit ragu apakah betul ini yang dikatakan bang NAPI)

Tapi, kalo saya pikir lagi (ternyata saya lumayan sering berpikir, hm..!), sebenarnya model kotak amal seperti ini ada bagusnya juga. Misalnya saja, kalo orang-orang melihat isi kotak amalnya sedikit banget, bisa jadi para jemaah mungkin akan tersentuh hatinya, “kasihan mesjid ini, jangan sampai tugas mulia mesjid ini untuk memperbaiki ahlak umat tersendat Cuma gara-gara kekurangan dana”, dan akhirnya mereka melakukan apa yang diperintahkan dalam Al-Quran, fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, dengan cara berlomba-lomba menyumbang buat mesjid. Tapi jika saya pikir lagi, jika memang model kotak amal dari kaca tersebut diniatkan seperti itu, kesannya, seperti mencoba mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan orang lain dan ayat Al-Quran, tapi kalau saya pikir lagi, dengan begitu, kan semakin banyak orang yang mendapat pahala…ah entahlah.

Dan….kalau saya pikir lagi, sebenarnya saya tidak usah terlalu memusingkan model kotak amal dari kaca tersebut, orang hari ini saya ga’ niat buat nyumbang juga! Hehe.. Mungkin ini cuma ketakutan berlebih dari saya, dan jujur saya tidak ingin menjudge apapun atau siapapun, karena saya hanya bertanya-tanya tentang apa yang ada dipikiran saya, itu saja.

Sekali lagi, ini hanya ketakutan dan interpretasi yang berlebih dari saya tentang satu hal kecil.
Read more

Thursday, July 1, 2010

Mari Hidup Sehat Dengan Gizi Seimbang

0 comments
Membaca bacaan ringan setelah bacaan berat, ibarat minum teh hijau setelah makan coto. coto, mengandung banyak kolesterol, terlalu banyak kolesterol bisa mengakibatkan jantung koroner. nah, teh hijau berkhasiat menghambat penyerapan kolesterol. membaca, bisa menambah ilmu, apalagi kalau level bacaannya sudah yang berat2. ilmu kadang punya efek negatif, membuat orang menjadi sombong, selalu ingin menonjol, kalo tidak menonjol jadi stres, tidak ingin mendengar pendapat orang lain dan terlalu serius. Bacaan ringan, membuat kita rileks, tidak terlalu tegang, dan lebih menghargai setiap hal kecil yang kita rasakan dan kita miliki dan membuat kita tetap berpijak pada bumi. Maka secara tidak langsung bacaan ringan bisa menetralisir efek negatif bacaan berat, namun syang, kadang yang lebih banyak masuk di kepala adalah bacaan ringan ketimbang bacaan berat, jadi tidak ada hal yang perlu dinetralisir. Padahal, kolesterol, juga dibutuhkan oleh tubuh, sebagai bahan pembentukan membran sel dan bahan dasar pembentukan hormon untuk fungsi2 tubuh. Jadi, marilah kita terapkan prinsip Gizi Seimbang.

*Karena saya tidak tahu catatan ini tergolong bacaan ringan atau berat, jadi pintar2lah menempatkannya.
Read more

I Betray Myself

0 comments
Filosofi sederhana saya sekurang2nya brbunyi begini: setiap orang adalah pelayan setidaknya buat dirinya sendiri. Abstrak ya? Kalo eksplisit sih namanya bukan filosofi lagi, tapi blak-blakansofi. 

Nah, Sudah jadi kewajiban, seorang pelayan mematuhi kontraknya buat melayani keinginan tuannya, dan kalo si pelayan atau bawahan ini tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, maka, sebut saja ia sebagai pengkhianat, ok..sepakat! Dan pengkhianat, saudara-saudara, sungguh sangat merugikan.

Dan disitulah masalahnya kawan-kawanku sekalian, ga' semua pengabdi di dunia ini setia seratus persen, atau katakanlah ketidaksetiaan mereka seratus persen. Contohnya banyak di negeri tercinta kita ini, dan ga' perlu pintar untuk tahu kalo banyak pejabat negeri ini telah mengkhianati sumpah dan kepercayaan rakyat yang memilihnya. Jangankan pejabat mengkhianati rakyat biasa, sesama rakyat biasa aja saling berkhianat, yang kayak gini banyak terjadi kalo kita mau ngurus administrasi, kayak legalisir ijazah, bikin KTP, SIM, dll. Buat legalisir ijazah misalnya, kalo ga' salah ingat, teman saya dlu harus bayar 5000 perak untuk setiap lembar yang distempel, katanya duitnya buat penyediaan stempel lagi dan uang capek si tukang stempel, lha..saya heran, bukannya itu sudah ada dalam anggaran sekolah dan si tukangnya mmg digaji buat itu?, dan semua orang juga pasti tahu, ga' perlu jutaan perangkat stempel buat menstempel jutaan lembar kertas, cukup tintanya aja yg diganti, dn itupun harganya ga' seberapa. Tentang sesama rakyat biasa ini, saya juga punya cerita lain. Waktu itu, pagi, hujn baru aja reda setelah semalaman, saya dalam perjalanan menuju kampus, tau2 di tengah jalan (ya, di tengahnya jalan, tempat kendaraan lalu-lalang) ada tukang becak pingsan dn mulutnya berbusa, kata tukang becak lain yg kbetulan jg ada di TKP bilang kalau rekannya itu kena ayan karena kedinginan, herannya, mrka cuma bilang, "awaski', jangki dekati, bahaya itu!", lha..saya miris, niatnya saya pengen kasih saran, kenapa tidak begitu, kita pindahkan saja ke trotoar jalan biar ga' mengganggu lalu lintas dan jangan sampai dia keinjak mobil, tapi saya takut dibilang sok baik dan kepahlawanan, maka saya bungkam mulut saya dan pergi seiring bubarnya para penonton korban ayan tersebut. Waktu itu, saya merasa rasa kemanusiaan orang2 yg brada di sana, trmsuk saya, berada pada titik terendah yang pernah dicapai manusia, dan saya sadar, telah mengkhianati diri saya sebagai manusia. Yup..sebetulnya sejak awal, catatan ini bukan tentang orang lain yang mengkhianati orang lainnya, tapi tentang kita yang sering mengkhianati diri kita sendiri, tentang betapa saya sadar, betapa seringnya saya mengkhianati diri saya sendiri. Karena seperti kata teman saya, Me Vs Myself, is A Never Ending Battle.

Ada banyak kesempatan dimana saya bertekad untuk bekerja lebih keras, tapi tubuh ini malah berkhianat dengan segala kelemahan dan kemalasannya. Sudah berulang kali hati ini berkomitmen buat tetap teguh berada di jalan yang lurus, tapi si otak selalu bisa menemukan rasionalisasi buat menunda perubahan itu. Berulang kali juga saya sepakat sama si otak, "pokoknya, kamu akan lebih banyak menyimpan ilmu yang berguna", tapi gejolak darah muda ini terlalu panas buat diimbangi dengan sikap sok cool dan pintar. Mata ini kadang ga' sejalan dengan iman dan ajaran pak ustads, mulut ini ga' sejalan dengan ajaran orang tua waktu kecil, kaki ini ga' searah dengan yang diniatkan dari rumah, and, there's so many more times, I..Betray, myself. Yah, saya belum melayani diri saya dengan baik, dan, saya tidak puas dengan itu!

Well, see ya again folks, have a nice serve, and don't be too betraying!
Read more

Setidaknya Saya Punya Ini

0 comments
Pagi yang tenang, dan sedikit mendung, sedikit mengalihkan saya dari semua beban pikiran. Kebetulan hari ini ga' ada kuliah, jadi saya sempatkan refreshing sambil membaca-baca semua catatan yg telah saya posting di facebook, semuanya berjumlah 40-an, tapi ada beberapa juga yang saya hapus, karena alasan kurang srek di hati saya. Yah, sesekali saya tersenyum, puas melihat apa yang sudah saya buat, dan sesekali karena mendapati beberapa kekonyolan, kebodohan, dan kesalahan di dalamnya, tapi secara keseluruhan saya bangga, mengingat saya bisa melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain, biarpun menurut saya sebenarnya tulisan2 itu biasa-biasa saja, daripada tidak melakukan apa2 sama sekali, atau mending tidak berbuat apa2 saja ya? Haha.. Setiap orang punya pilihan. Mungkin apa yang saya buat itu tidak sempurna di mata orang lain, tapi setidaknya sempurna menurut standar saya.

Sebenarnya saya pengen mengisi waktu luang dengan jadi model majalah, tapi ternyata saya tidak punya cukup tampang buat itu, saya juga mau suara saya bisa didengar di seantero kota, tapi ternyata saya bukan penyiar radio, pengen juga jadi juragan tokek, tapi kayaknya kurang realistis dan lebih banyak bohongnya, maka waktu The Bee Gees bilang "it's only words, the words are all i have..", saya sepakat2 saja, karena sepertinya cuma itu sesuatu yang saya punya yang tidak akan ada habisnya, paling tidak selama otak dan mulut saya masih bisa bekerja dan bekerjasama dengan baik. And so, i use my words. Dengan bantuan jempol dan HP online-ketinggalan-zaman saya, maka menyebarlah kata-kata saya itu dalam bentuk tulisan dalam aplikasi catatan facebook dan blog saya, mau sebanyak apapun kata yang saya gunakan saya tidak perlu takut akan kehabisan kata-kata, maka saya akan kurang setuju jika ada orang yang mengaku bahwa ia "kehabisan kata-kata", karena sebenarnya cuma otaknya yang mampet, dan bahkan penulis handal pun pasti pernah mengalaminya.

Well, read your words soon guys, and have a nice words! Bye!


Adds: pukul sebelas lewat, masih terdengar kicau burung, Wonderfull!
Read more

Freedomwords Design by Insight © 2009