Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Pages

Labels

Followers

I'm curious about..

About me

My photo
insomnia transient dan hypersomnia di waktu lain

Blog

Saturday, August 14, 2010

Fitur Wajib Nasional

0 comments
Sejauh yang saya tahu, "What's on your mind?" artinya "apa yg sdang anda pkirkan?". Tapi, kadang ada orang mnulis apa yg sdg dkerjakannya atau sdang brda dmna dia, misal "lagi be'ol nih!"..nah, apakah orang ini sdg membayangkan dirinya lagi be'ol? Khayalan yg indah! Atau, "lagi di mal nih!"..mgkin beliau sseorang yg tdk prnah msuk mal, jdi hanya bisa mmikirkan dirinya ada di sna. Tapi yah, begitulah..kadang kebenaran adalah mayoritas, maka, menyimpangnya "apa yg anda pikirkan?" menjadi "apa yg anda lakukan?" sah-sah saja, seperti Aqua yg bisa berarti JS, Olympus, Aguaria, dsb.

WOYM? ini tidak mungkin digunakan banyak orang kalau tidak besar manfaatnya, baik itu dari segi Penulis dan Pembacanya. Berikut beberapa contoh WOYM yg bisa sy kmukakan.

Dari segi pembaca:
1. Buat yg punya pacar atau lagi PDKT, kita bisa tahu apa yg lagi dkerjakan oleh si do'i. Ya kita bisa jadi semacam Stalker, pengintai. Dan ini bisa dijadikan keuntungan tersendiri buat ngegombal. Misal;
cowo: tadi pagi pasti kamu sarapannya roti isi keju brbntuk hati?
cewe: ih..kok kamu tahu sih?
cowo: soalnya aku punya iktan batin sma kamu
cewe: aah..so sweet! (padahal kamu tlis di status kamu dn dia bca, goblok!)

2. Buat yg punya bisnis, kita bsa dpt info pasar yg potensial. Berikut contohnya
penulis: huuft..laper nih, mana BONYOK lgi kluar kota, Pembokat mudik, Satpam Cuti, sndiri dh d rumah!
pembaca (penjual nasi goreng): oh..si ini lgi laper nih, rmhx kan di ujung gang sana..mangkal d sna ah!
Pembaca II (rampok): wah..ada klien, entar malam bru gua satronin.

3. Buat yang punya ide busuk, WOYM? bsa jdi bhan prtmbangan utk mnghcurkan ssuatu. Untuk yg ini, sy ga' bsa ngasih contoh, tkut dicekal, dn tkut disalahpahami.

Dari segi penulis:
1. Bisa memberitahu dunia sbrapa gaulnya kita. Contoh: "waduh bingung milih antara ke bioskop 3D, karokean, atau Trans Studio?", atau "sial..jaringan di cafe ini jelek banget, padahal kelasnya eksekutif, tau gini mending ikutan temen2 ke Pizza". Untuk cntoh kdua, sekilas Penulis trlhat mncba mengekspresikan kekecewaany, tpi sbnarnya ada mksud lain, mnnjukkan sbrapa gaulx dia.

2. Memamerkan kekayaan. Contoh "lagi di Amrik, pengen beli color Calvin Klein". Tapi entah dlu tman sya brmaksud pamer kekayaan atau apa? Dia nulis di tas sekolahnya dngan memakai tipeks begini "asli Amrik lho!".....????

3. Berbagi pengetahuan. Misalnya posting link berita atau gosip di statusnya.

4. Memberitahu sberapa alay-nya dia. Ga' penting apa isi tulisannya, yg pnting hurufnya, "5 9a tW m35t1 6mn4!" (baca: lima sembilan-a tau m-tiga lima t-satu enam-m-n-empat!)

5. Menunjukkan status hbungan, msh jomblo, sdh punya pacar, lgi marahan, atau lg mesra. Contoh: "kemana2 sndiri, nasib jdi jomblo", "i love u so much caiank kuhh!", "aquw cebell cma kamuwh". Haaa..

*nah, banyak kan? Banyak kan? Banyak kan? Msh bnyk contoh lain. Slhkan tman2 cri sndiri, atau bca sjarah WOYM? yg tlah anda tlis, mgkin anda akan mnemukan diri anda! Tpi, jgn cari di WOYM? saya, anda mgkin tdk akan mnemukan ssuatu yg penting!

Dan, satu hal yg aneh, bbrapa org mnganggap WOYM? ini sprti form wajib utk diisi, bahkan jika mreka tdk tahu mw nulis apa lagi, mrka cm nulis "ga' tau mau tulis apa?"..yaaah, kalo ga' tau mau tulis apa ya mending ga' usah di isi! (maaf, pagi ini sy sdikit emosional)
Ok, have a nice WOYM? and don't be too serious! Cao!
Read more

Saturday, July 17, 2010

Relay

0 comments
Alay, siapa ga’ kenal Alay? Alay adalah mantan vokalis band Peterpan yang terlibat kasus video porno. Oh..maaf! Itu Ariel. Jauh banget ya nyambungnya!? Namanya juga plesetan, kan, jatuhnya bisa jauh, apalagi kalo keplesetnya sambil pake sepatu roda.

Saya yakin, teman2 semua pasti sudah familiar dengan istilah Alay, atau mungkin, sudah familiar sama beberapa orang yang telah mendapatkan predikat Alay ini. Ya memang, akhir-akhir ini istilah Alay semakin muncul ke permukaan bumi, sampai-sampai orang jadi lupa dengan kasus Century, itu lho..Century toko obat. Oh maaf salah lagi, Bank Century maksudnya. Saya jadi curiga, jangan-jangan fenomena Alay ini adalah salah satu pengalihan isu terhadap kasus bank Century yang sengaja dirangcang oleh pihak tertentu agar kasus tersebut tetap terbengkalai (analisis yang tajam dari seorang pemuda!).

Penasaran dengan fenomena Alay ini, dan berangkat dari kecurigaan saya di atas, maka darah intelektual saya tertantang untuk mencari tahu lebih jauh tentang Alay ini, dan saya yakin, banyak diantara teman2 yang juga merasakan hal demikian. Lalu, saya iseng2 browsing di internet, dan menemukan begitu banyak tulisan2 tentang Alay di blog2 dan utamanya di Kaskus. Dari tulisan yang banyak tersebut, saya menemukan beberapa hal yang bisa saya jadikan kesimpulan dan beberapa kesamaan dari beberapa tulisan tersebut.

Alay, katanya adalah singkatan dari Anak Layangan, yang awalnya saya pikir Layangan ini adalah nama sebuah tempat dimana anak2 mudanya berada pada kondisi pergaulan yang norak abis menurut orang yg tidak norak, dimana orang yg tidak norak ini menganggap diri mereka tidak norak berdasarkan penilaian mereka terhadap diri mereka sendiri, sampai2 setiap hal kampungan dan norak disebut Alay. Ternyata eh ternyata, Anak Layangan yang dimaksud adalah anak-anak yang suka main layangan di panasan, sampe berjam2, sehingga kulit mereka hitam, rambut merah terbakar, dan nampak sangat tidak memiliki nilai estetika (keindahan), apalagi kalau abis ngejar layangan putus. Mengetahui hal ini, kenangan masa kecil saya terusik, pasalnya, waktu masih bocah saya juga sering main layangan sama teman2, jadi, apakah saya ini Anak Layangan? Dan bukan anak bapak mamak saya? Saya bingung! Secara pribadi, saya kurang setuju hal2 kampungan dan norak tersebut disebut Alay, karena dulu sewaktu masih jadi anak layangan, diantara teman2, saya ini dikenal paling gaul dan keren (atau mungkin itu diantara para Alay saja?). Dan saya pikir, bukan cuma anak2 kok yg suka main layangan, bapak2 juga ada, jadi saya rasa, harus ada juga istilah “Balay”, Bapak Layangan. Sebagai generasi muda, hendaknya kita jangan jatuh ke dalam sebuah fallacy, seperti overgeneralism, yang menganggap semua anak layangan itu kampungan, karena tidak semua anak yang suka main layangan itu kampungan, contohnya saya. Jadi saya harap, para dedengkot pergaulan anak muda, atau pencipta trademark2 istilah anak muda, bisa menemukan istilah yang lebih tepat, semisal “Bohay”, Bocah Layangan (geblek, sama aja! Tapi setidaknya, itu terdengar lebih seksi, bo'!).

Oh iya, dari sekian banyak tulisan tentang Alay itu, rata-rata mengambil nada dasar yang sama dalam esensi tulisannya, yaitu kebencian terhadap kaum Alay dan memaki-maki mereka. Ooh..how come? Ya gitu deh, kaum non-Alay yang rata-rata berasal dari kalangan anak muda gaul, menganggap Alay itu seperti virus penyakit yang lebih rendah dari virus kusta, dan tidak lebih keren dari virus HIV. Orang yang kena HIV aja masih lebih dianggap spesial dan sering ada konser2 musik buat mereka, ada hari besarnya pula. Kaum Alay, mana ada? Jadi, secara tidak langsung, masih lebih keren kena HIV daripada dapat predikat Alay.

Seperti sudah saya kemukakan di atas, predikat Alay adalah sebuah julukan yang diberikan kepada orang atau hal2 yang berbau kampungan atau norak atau dsb atau dst. Golongan Alay ini, ga’ mesti orang2 yang berasal dari kampung atau daerah pegunungan atau daerah pedalaman. Karena jika mengutip kalimat dari baju Joger teman saya, “sesuatu yang berbau kambing belum tentu harus kambing”. Kemudian, agar seseorang bisa dikatakan Alay, minimal do’i harus memenuhi salah satu dari kriteria berikut ini:

Yang pertama, kalau nulis SMS atau pesan2 di jejaring sosial atau media komunikasi elektronik lainnya, hurufnya suka aneh2, kadang besar kecil-besar kecil, kadang campur aduk antara huruf-angka-tanda baca, dan ada yang suka merusak tatanan baku dari kata-kata yang sudah ada, misalnya dengan menambah huruf yg ga’ perlu atau mengganti konsonan. Untuk tulisan2 macam ini, contohnya banyak di jejaring sosial. Dan disini, saya mencoba untuk mulai beropini. Untuk Alay tipe ini, saya menyebutnya “Alay Karena Mutlak Pilihan”. Maksudnya gini, mereka bisa saja memilih untuk tidak menggunakan tulisan-tulisan aneh macam itu, namun pada kenyataannya, mereka malah lebih memilih untuk jadi Alay. Padahal sebenarnya mereka bisa lebih mudah dalam mengetik, dan memudahkan orang2 yang membaca tulisannya. Atau saya curiga, keybord atau keypad yang mereka gunakan formatnya sudah dirancang untuk menghasilkan tulisan yang Alay!? Konon sejarahnya, tulisan alay ini sebenarnya dulu adalah bahasa kode yang digunakan untuk berkomunikasi diantara agen rahasia CIA. Tapi suatu ketika, salah seorang agen teledor dengan tidak sengaja mengirimi pacarnya SMS dengan menggunakan bahasa kode ini, sang pacar agen pun tertarik dengan model tulisan baru ini, do'i kemudian mulai mengirimi semua temannya dengan SMS menggunakan bahasa kode ini, dan dari situlah, awal mula munculnya tulisan Alay. Dan sumpah, ini saya ngarang abis! Nah, buat Alay tipe ini, saya juga kurang bersimpati sama mereka, alasannya, mereka seperti merampas hak kita untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan transparan, serta merampas waktu kita yang berharga hanya untuk berlama-lama menerjemahkan satu kata yang mereka tulis. Tapi saya kemudian berpikir, bego juga kita membuang2 waktu membaca tulisan mereka, kalau toh sebenarnya yang mereka tulis bukanlah pengumuman penting seperti ramalan siapa juara Piala Dunia 2014 mendatang atau kapan jatuhnya bulan Ramadhan. Jadi mending cuekin aja. Kecuali mereka mengirim SMS darurat seperti “AWAS!! Dibelakang kamu ada Michael Myers mau gorok leher kamu!!” dengan bahasa Alay yang sulit dimengerti, itu..baru kamu boleh protes, dengan catatan, kamu bisa menerjemahkan pesan tersebut sebelum Michael Myers nangkap kamu. Jadi, karena kita ga’ mungkin memaksa orang lain untuk menjadi apa yang kta mau, solusi sederhana yang bisa saya berikan hanyalah, mari kita bersama-sama berdoa agar teman-teman kita yang Alay ini, cepat sadar.

Yang kedua adalah, kalau masang nama di facebook terlampau menyimpang dari nama asli mereka, dan kadang ditambah dengan embel2 “luph, c’lalu ddenganmuwh, maniezt, caianknyah anu, caianknyah ini” dund laaen-laaen. Sampai2, kadang kita tidak tahu kalau mereka sebenarnya adalah teman kita dikelas, misalnya. Yang ini juga adalah Alay Karena Mutlak Pilihan, dan saya juga kurang bersimpati. Solusinya sama, mendoakan.

Kemudian, ada Alay karena berpenampilan norak atau katanya pake pakaian distro yang abal2. Ada juga karena tongkrongannya kurang eksekutif dan selera musik yang kurang tinggi kelasnya. Untuk Alay tipe ini, pada umunya adalah, saya menyebutnya “Alay Karena Pengaruh Keadaan”. Mungkin mereka sebenarnya ingin punya taraf pergaulan yang lebih bonafid, namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan mereka harus puas dengan ke-Alay-an mereka. Untuk Alay karena stelan pakaiannya misalnya, ada tulisan di Kaskus yang memberi contoh, Alay tipe ini sukanya pake baju yang ada tulisan-tulisan uniknya, misalnya “panitia hari kiamat”, atau pakenya baju distro yang abal2. Saya pikir, mungkin mereka sebenarnya pengen pake baju yang ada tulisan Christian Dior-nya, Giorgio Armani-nya, Calvin Klein-nya, atau baju branded lainnya, Cuma, ekonomi mereka ga’ mampu, karena pada umumnya, penghuni kelas Alay tipe ini, berasal dari kalangan yang kurang beruntung dengan kondisi ekonomi. Juga, untuk selera musik, karena berada pada konidisi yang mengharuskan mereka untuk selalu puas dengan apa yang nereka miliki, maka pilihan musik mereka juga ga’ perlu neko2, ga’ perlu macam2, ga’ perlu kudu nyari referensi dulu di majalah Rolling Stones, cukup yang ada di acara Inbox, Dahsyat, Mantap atau sejenisnya aja. Jadi, saya rasa kurang adil sebenarnya jika mereka dihakimi kejelekannya karena sesuatu yang tidak mampu mereka miliki, seperti dukungan finansial dari orang tua, pendidikan yang mahal, dan akses yang lebih luas. Solusi buat orang2 yang membenci Alay tipe ini adalah, mari mendoakan mereka agar mereka cepat jadi lebih kaya.

Pada akhirnya, saya cuma mau bilang, masalah kecil tentang Alay ini sebenarnya sama saja dengan masalah kecil lain yang mengharuskan kita semua punya perbedaan, entah itu perbedaan pandangan hidup, ras, strata sosial, kelompok, dan perbedaan2 lainnya, yang mestinya disikapi dengan bijak, tidak asal main tuduh-menuduh dan saling mengeleminasi keberadaan. Saya cuma berharap, kita sebagai generasi muda Indonesia, bisa saling menghargai dan tidak terlalu cepat dalam meghukumi benar-salahnya sesuatu, jangan kayak Front2 itulah, yang suka main grasak-grusuk dan mencekal seenaknya. Alay ini, cuma contoh kecil dari sekian banyak hal yang bisa membuat kita saling tidak bersimpati.

Sebagai tambahan, informan saya memperoleh kabar, bahwa isu Alay ini bisa jadi salah satu alat yang disusupkan pihak asing yang ingin menghancurkan Bangsa Indonesia dari dalam. Ya, kawan-kawan, Alay adalah, Isu kebangsaan terbesar bangsa kita saat ini!

Oke, segitu aja, soalnya saya sudah Alay, eh..salah lagi deng, capek maksudnya (jauh abis!).
Read more

Kali Ini Saja

0 comments
Kawan2ku, khususnya yang berjenis kelamin laki-laki, musim liburan yang lama ini tentu membuat kalian sedikit bosan, apalagi yg tidak memiliki kegiatan. Tentu, sebagai teman, kita juga pasti akan saling merindu, rindu berkumpul bersama, bercanda-mesra, dan banyak aktivitas lain yg bisa kita lakukan jika kita bersama, termasuk hal-hal yg sulit sekalipun, karena saya yakin, atau mungkin telah terpengaruh, oleh kartun Captain Tsubasa, yang bilang bahwa kita akan menjadi jauh lebih jago saat berjuang demi teman satu tim. Namun, bagi kalian para pria yg tidak memiliki disorientasi seksual, yang bisa bersikap jantan layaknya pria sejati, pasti akan bingung bagaimana cara mengungkapkan kerinduan kalian. Karena, kita bukanlah wanita yang bisa mengekspresikan perasaannya sesuka mereka, bukan pula pria lebay yang suka berbahasa Alien (alay). Kalian bingung?, saya juga!

Sungguh, selama liburan ini, rasa rindu ini telah menumpuk dalam rongga dada, dan jika tidak segera dikeluarkan, ada kemungkinan, akan berkomplikasi pada rusaknya Kotak Tertawa saya. Tidak ingin hal tersebut terjadi, maka saya berusaha mencari cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan saya ini. Semisal mengirim sms bernada seperti ini: "Hey..bro! Teman kalian yg sangat Macho ini, dan sangat cool ini, kangen banget ama kalian, kangen..kangen..kangen..sa
ya yang jantan ini pengen curhat sama kaliaaaan...! Kapan kita yang keren2 ini, akan pesta piyama lagiii! Dengan segala ke-Macho-anku ini, aku kangennnd banget!". Yah kira2 seperti itu. Tapi, sebagaimanapun banyaknya saya mengesankan kelaki-lakian saya, tetap saja, jatuhnya seperti Arnold Schwarzeneger baru belajar jadi banci. Maka, saya urungkan niat untuk mengirim sms tersebut, sebab saya tidak ingin, jika suatu hari kalian sangat ingin dibelai2, kalian akan mencari saya.

Akhirnya, saya hanya bisa berharap, pertemanan kita akan tetap abadi, meski mungkin kita ga' bisa ber-sms-an untuk sekedar nanya "udah makan blum?", "lagi ngapain?", dsb. Saya hanya ingin kalian tahu, kalian selalu berada dalam hati saya, meskipun saya ga' perhatian sama kalian. Dan semoga, kalian juga selalu mengingat saya sebagai teman kalian yang sangat Keren. Pada akhirnya, mungkin hanya ini ungkapan paling laki-laki yang bisa saya sampaikan, "Aku, Kangennnnndd bbhwanget sama kaliand! Mizz u All (kecup..kecup..kecup)!"
Read more

Kabar-kabaran Gembira-gembiraan

0 comments
Assalamualaikum, wahai kawan2ku snasib sperjuangan. Sbelum mmbaca pnjang lebar apa yg akn sy tliskan sbentar, pertama2, marilah kita pnjatkan puji syukur kpd Allah SWT, ats limpahan rahmatnya shgga kita msi brada di jalur (on line) utk sm2 mmbaca cttan teman kalian yg tercinta ini, mskipun mngkn cttan ini tdk layak posting dn hnya mmbuang2 wktu kawan2ku tercinta. Srta, tk lupa kta kirimkan shalawat ke haribaan Rasulullah SAW, sang revolusioner sejati yg tlah mmbawa kta dr lembah yg gelap gulita ke jalan yg terang benderang, dn dari ceruk kebiadaban mnuju bukit kberadaban yang hijau dn lapang.

Pda ksmpatan yg brbahagia ini, izinkanlah sy, sbgai penulis-penulisan ini, mnyampaikan bbrapa kbar gmbira kpda kawan2ku smua, dngan tdk brmaksud utk mnyombongkan ssuatu, tpi hnya ingin mmbagi hal utk sama2 kita syukuri, krn sbgai ssama mahluk Tuhan, kita patut bhagia melihat orang lain bahagia, serta krn slama liburan ini saya menjadi lebih produktif dalam melakukan hal2 tidak produktif, mk dripad trus mmbuang wktu, sy smpatkan, mmbuat hl tdk produktif lainnya. Baiklah, ini dia:

* Kmarin siang, splg dari Sholat Jumat, di dlam lorong, sy lewat di dpan dua cwek ABG . Llu ktika sy melintas, sy mndengar mreka berbisik2 "Afgan..Afgan". Dlm hati, sy cma bsa mmaklumi smbil tersenyum, :-)
Kemudian, saya teringat si Daya', remaja tanggung bertampang culun tetangga saya itu, yang tiap hari kerjanya bergaul dengan ayam ksayanganny, yg waktu kecil sring brseru "ale waow!..ale waow!" (sare bayao! sare bayao), oleh anak2 lorong, ternyata dia juga dipanggil Afgan. Jadi, saya tidak tahu, dikatai mirip Afgan itu sebenarnya pujian atau bukan.

*Kabar lain, Edo akhirnya mau mengembalikan Cafa kepada Kamila, yang otomatis membuat Ibu saya merasa sedikit lega, meski, sama2 kita
ketahui, setelah satu kebahagiaan kecil dalam sinetron, akan diikuti oleh seratus episode penuh tangis.

*Kemudian, tentang Tarif Dasar Listrik (TDL). Pemerintah kita, melalui PLN, akhirnya menaikkan TDL per tanggal 1 juli. Terlepas dari semua alasan pemerintah mengambil kebijakan ini, saya punya spekulasi sendiri. Mungkin pemerintah kita, telah memperoleh data baru hasil sensus terakhir ini, bahwa perekonomian rakyat Indonesia telah maju, dan angka kemiskinan telah mencapai nol. Jadi, bisa dibilang rakyat Indonesia sudah pada kaya, maka kenaikan TDL ga' bakal berpengaruh dengan keadaan ekonomi kita semua. Padahal, saya berfikir, sebenarnya kita bisa lebih kaya lagi dari kita yang sekarang, kalau TDL tidak naik. Semoga spekulasi saya ini benar, kalaupun tidak, mungkin pemerintah kita sedang mendoakan kita semua supaya jadi kaya.

* Saya juga baru saja mendapat kabar, bahwa keuntungan Pertamina semakin meningkat, menyusul semakin tingginya angka penjualan elpiji 3 kg. Belakangan saya ketahui, ternyata sebuah kelompok jihad, memborong semua elpiji tersebut untuk dikirim ke Palestina, sebagai bekal persenjataan, mengingat elpiji tersebut Murah, Meriah, dan bisa Meledakkan tank2 Israel.

* Besok adalah hari bahagia bagi sebagian warga lorong saya, karena akan ada hajatan, dimana hal ini cuma bisa berarti satu hal, makan enak yang gratis. Objek utama hajatan ini tidak lain dan tidak bukan adlh si Wawan, bocah laki2 yg sebentar lagi akan dikhitan. Wawan ini, sifatnya mirip dgn tokoh Elmira dalam kartun Tiny Toon, seorang bocah yg hobinya mmbuat binatang yang ada disekitarnya mnderita lahir batin. Namun, untungnya smakin kesini, sifat kebrutalan bocah ini semakin tumpul. Dulu, beberapa ekor ayam telah dibuat kawin paksa olehnya, ia juga smpat melakukan pengamatan tentang sifat aerodinamika dari struktur anatomi tubuh kucing, bhkan ayam milik shbatnya sndiri, si Daya', tdk mmiliki hak khusus untuk tidak disiksa. Hrapan saya sebagai penyanyang binatang dan mngkin sgenap warga binatang di lorong saya ini, agr stelah dikhitan, Wawan mnjadi smakin dewasa dan bisa mninggalkan sifat buruknya yg suka menyiksa binatang.

*Terakhir, kbar yg tidak klah pnting dn mnggembirakan adlh, akhirnya, sy bsa mraih IP 3, WAHAHAHA (tawa malu2)..bgi sbagian org, IP 3 mgkin bkan apa2, tapi bagi sy, ini adlh sebuah pncapaian luar biasa, akhirny usaha sy mmbuahkan hasil mmuaskan, stelah pda smester2 sbelumnya sy bgitu mndmbakannya (ya, dari sini, klian bs mnilai bgaimana bodhnya sy). Bgitu mngethui hasil ini, semua org bersorak gembira, pita2 brjatuhan dri atas, krangan bunga dkalungkan, dn sampanye pun disembar-semburkan, stelah sy sdar dari ekstase kgembiran ini, trnyta, d hdpan sy, TV sdg mnygkan pmbalap GP sdg mrayakn kmenangannya di podium. Tpi tk aplah, hal tsb ckup mwakilkan apa yg sy rsakan.

Llu, Sbg pnutup, sy akn mngutip bbrapa kalimat trkenal. "Petiklah hikmah dr sgla pristiwa yg trjadi" (Ajeng Kamaratih, Sergap), "Syukuri apa yg ada, hidup adlh anugerah" (D' Masiv), srta jk ada slah2 kta dn tdk brkenan "Sy mminta maaf kpd sluruh msyrakat Indonesia" (Cut Tari).

Have a nice news, and don't be too serious. Asta la Vista, baby (Arnold Schwarzeneger, Terminator)
Read more

About The Box

0 comments
Fiuhh….hampir saja! saya lupa kalo hari ini adalah hari jumat, dan sebagai pemuda muslim yang masih beriman dan lupa bahwa hari ini hari jumat, saya hampir tidak melaksanakan sholat jumat, dan sebagai pemuda muslim yang masih beriman dan lupa bahwa hari hari jumat dan hampir tidak melaksanakan sholat jumat, saya hampir mendapat dosa, dan sebagai…PLAK!!

Oke, sebagai pemuda yang masih sempat melaksanakan sholat jumat, maka saya sempatkan hadir di
mesjid siang ini, bukan di tempat biasa, karena saya lagi nginap di rumah teman. Lalu, sesuatu mengganggu pikiran saya, gangguan yang muncul setiap saya melihat benda itu, apalagi dengan tampilan yang tidak biasa seperti yang sering saya lihat di mesjid dekta rumah saya. Benda itu adalah, KOTAK AMAL, ya, sebuah kotak tempat orang memasukkan sumbangan untuk mesjid. Kalo ditempat saya, benda imut ini terbuat dari bahan kayu dan tertutup (ya iayalah tertutup, kalo terbuka gampang dicolong isinya), maksud saya, isi (uang) di dalamnya ga’ keliatan dari luar. Tapi dibeberapa tempat saya menemukan benda ini terbuat dari kaca, transparan, yang otomatis membuat kita bisa melihat kondisi (ke)uang(an) yang berada di dalam kotak tersebut. Dan secara tidak langsung bisa menimbulkan beberapa hal. Semisal begini:

Pertama, kita bisa tahu kadar kepelitan (meski kalo sudah menyumbang artinya tidak pelit) dan kedermawanan orang yang memberi sumbangan. Contoh, kalo seseorang memasukkan uang sejumlah limbi’ (limambilangngang atau kalau dirupiahkan senialai dengan Rp 500,-), Plung..orang yang melihat bisa saja berpikir “nih orang pelit banget, nyumbang cuma lima ratus perak”, yah mending kalo lima ratus perak, kalo cuma seratus, bisa-bisa orang yang melihat tidak lagi mengatai dia pelit, tapi malah mengalihkan uang sumbangan mesjidnya ke orang ini, saking kasiannya!. Dan, kalau ada orang yang memasukkan uang minimal sepuluh ribu, Plung…orang yang melihat mungkin saja akan berpikir, “wah, ini baru dermawan, baik hati dan rajin menyumbang!”, padahal, mungkin si penyumbang ini ga’ mau ada yang tahu berapa jumlah uang yang dia sumbangkan, karena menghindari yang namanya riya’, dan riya’ sodara-sodara, adalah dosa, jangan sampai niatnya pengen dapat pahala, malah dapat dosa. Dan lagi, syukur kalo dipuji, kalo dikatai sombong? Atau mungkin, masukin uangnya sambil pake topeng kali ya?

Padahal, meski ilmu agama saya sangat dangkal, saya yakin tidak ada ayat atau hadis yang menyebutkan berapa jumlah minimal atau seberapa besar uang yang harus kita sumbangkan ke mesjid, kasian orang yang mau menyumbang, yang mungkin uangnya pas-pasan tapi tetap ingin memberikan sumbangsihnya kepada mesjid tercinta, dan orang yang berusaha memberi sebanyak mungkin tapi tetap merasa rendah hati.

Kedua, jangan sampai, orang niatnya ke mesjid pengen beribadah, malah kerjaannya cuma melototin uang yang ada dalam kotak amal tersebut, yah kita semua taulah bagaimana uang bisa mempengaruhi kita, dari teman bisa jadi lawan, salah jadi benar, dan dari ga’ ada niat sama sekali, bisa menimbulkan godaan untuk berbuat jahat, karena jika mengacu pada apa yang selalu dinasehatkan oleh bang NAPI, kejahatan, bisa saja terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi karena ada godaan..(saya sedikit ragu apakah betul ini yang dikatakan bang NAPI)

Tapi, kalo saya pikir lagi (ternyata saya lumayan sering berpikir, hm..!), sebenarnya model kotak amal seperti ini ada bagusnya juga. Misalnya saja, kalo orang-orang melihat isi kotak amalnya sedikit banget, bisa jadi para jemaah mungkin akan tersentuh hatinya, “kasihan mesjid ini, jangan sampai tugas mulia mesjid ini untuk memperbaiki ahlak umat tersendat Cuma gara-gara kekurangan dana”, dan akhirnya mereka melakukan apa yang diperintahkan dalam Al-Quran, fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, dengan cara berlomba-lomba menyumbang buat mesjid. Tapi jika saya pikir lagi, jika memang model kotak amal dari kaca tersebut diniatkan seperti itu, kesannya, seperti mencoba mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan orang lain dan ayat Al-Quran, tapi kalau saya pikir lagi, dengan begitu, kan semakin banyak orang yang mendapat pahala…ah entahlah.

Dan….kalau saya pikir lagi, sebenarnya saya tidak usah terlalu memusingkan model kotak amal dari kaca tersebut, orang hari ini saya ga’ niat buat nyumbang juga! Hehe.. Mungkin ini cuma ketakutan berlebih dari saya, dan jujur saya tidak ingin menjudge apapun atau siapapun, karena saya hanya bertanya-tanya tentang apa yang ada dipikiran saya, itu saja.

Sekali lagi, ini hanya ketakutan dan interpretasi yang berlebih dari saya tentang satu hal kecil.
Read more

Thursday, July 1, 2010

Mari Hidup Sehat Dengan Gizi Seimbang

0 comments
Membaca bacaan ringan setelah bacaan berat, ibarat minum teh hijau setelah makan coto. coto, mengandung banyak kolesterol, terlalu banyak kolesterol bisa mengakibatkan jantung koroner. nah, teh hijau berkhasiat menghambat penyerapan kolesterol. membaca, bisa menambah ilmu, apalagi kalau level bacaannya sudah yang berat2. ilmu kadang punya efek negatif, membuat orang menjadi sombong, selalu ingin menonjol, kalo tidak menonjol jadi stres, tidak ingin mendengar pendapat orang lain dan terlalu serius. Bacaan ringan, membuat kita rileks, tidak terlalu tegang, dan lebih menghargai setiap hal kecil yang kita rasakan dan kita miliki dan membuat kita tetap berpijak pada bumi. Maka secara tidak langsung bacaan ringan bisa menetralisir efek negatif bacaan berat, namun syang, kadang yang lebih banyak masuk di kepala adalah bacaan ringan ketimbang bacaan berat, jadi tidak ada hal yang perlu dinetralisir. Padahal, kolesterol, juga dibutuhkan oleh tubuh, sebagai bahan pembentukan membran sel dan bahan dasar pembentukan hormon untuk fungsi2 tubuh. Jadi, marilah kita terapkan prinsip Gizi Seimbang.

*Karena saya tidak tahu catatan ini tergolong bacaan ringan atau berat, jadi pintar2lah menempatkannya.
Read more

I Betray Myself

0 comments
Filosofi sederhana saya sekurang2nya brbunyi begini: setiap orang adalah pelayan setidaknya buat dirinya sendiri. Abstrak ya? Kalo eksplisit sih namanya bukan filosofi lagi, tapi blak-blakansofi. 

Nah, Sudah jadi kewajiban, seorang pelayan mematuhi kontraknya buat melayani keinginan tuannya, dan kalo si pelayan atau bawahan ini tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya, maka, sebut saja ia sebagai pengkhianat, ok..sepakat! Dan pengkhianat, saudara-saudara, sungguh sangat merugikan.

Dan disitulah masalahnya kawan-kawanku sekalian, ga' semua pengabdi di dunia ini setia seratus persen, atau katakanlah ketidaksetiaan mereka seratus persen. Contohnya banyak di negeri tercinta kita ini, dan ga' perlu pintar untuk tahu kalo banyak pejabat negeri ini telah mengkhianati sumpah dan kepercayaan rakyat yang memilihnya. Jangankan pejabat mengkhianati rakyat biasa, sesama rakyat biasa aja saling berkhianat, yang kayak gini banyak terjadi kalo kita mau ngurus administrasi, kayak legalisir ijazah, bikin KTP, SIM, dll. Buat legalisir ijazah misalnya, kalo ga' salah ingat, teman saya dlu harus bayar 5000 perak untuk setiap lembar yang distempel, katanya duitnya buat penyediaan stempel lagi dan uang capek si tukang stempel, lha..saya heran, bukannya itu sudah ada dalam anggaran sekolah dan si tukangnya mmg digaji buat itu?, dan semua orang juga pasti tahu, ga' perlu jutaan perangkat stempel buat menstempel jutaan lembar kertas, cukup tintanya aja yg diganti, dn itupun harganya ga' seberapa. Tentang sesama rakyat biasa ini, saya juga punya cerita lain. Waktu itu, pagi, hujn baru aja reda setelah semalaman, saya dalam perjalanan menuju kampus, tau2 di tengah jalan (ya, di tengahnya jalan, tempat kendaraan lalu-lalang) ada tukang becak pingsan dn mulutnya berbusa, kata tukang becak lain yg kbetulan jg ada di TKP bilang kalau rekannya itu kena ayan karena kedinginan, herannya, mrka cuma bilang, "awaski', jangki dekati, bahaya itu!", lha..saya miris, niatnya saya pengen kasih saran, kenapa tidak begitu, kita pindahkan saja ke trotoar jalan biar ga' mengganggu lalu lintas dan jangan sampai dia keinjak mobil, tapi saya takut dibilang sok baik dan kepahlawanan, maka saya bungkam mulut saya dan pergi seiring bubarnya para penonton korban ayan tersebut. Waktu itu, saya merasa rasa kemanusiaan orang2 yg brada di sana, trmsuk saya, berada pada titik terendah yang pernah dicapai manusia, dan saya sadar, telah mengkhianati diri saya sebagai manusia. Yup..sebetulnya sejak awal, catatan ini bukan tentang orang lain yang mengkhianati orang lainnya, tapi tentang kita yang sering mengkhianati diri kita sendiri, tentang betapa saya sadar, betapa seringnya saya mengkhianati diri saya sendiri. Karena seperti kata teman saya, Me Vs Myself, is A Never Ending Battle.

Ada banyak kesempatan dimana saya bertekad untuk bekerja lebih keras, tapi tubuh ini malah berkhianat dengan segala kelemahan dan kemalasannya. Sudah berulang kali hati ini berkomitmen buat tetap teguh berada di jalan yang lurus, tapi si otak selalu bisa menemukan rasionalisasi buat menunda perubahan itu. Berulang kali juga saya sepakat sama si otak, "pokoknya, kamu akan lebih banyak menyimpan ilmu yang berguna", tapi gejolak darah muda ini terlalu panas buat diimbangi dengan sikap sok cool dan pintar. Mata ini kadang ga' sejalan dengan iman dan ajaran pak ustads, mulut ini ga' sejalan dengan ajaran orang tua waktu kecil, kaki ini ga' searah dengan yang diniatkan dari rumah, and, there's so many more times, I..Betray, myself. Yah, saya belum melayani diri saya dengan baik, dan, saya tidak puas dengan itu!

Well, see ya again folks, have a nice serve, and don't be too betraying!
Read more

Setidaknya Saya Punya Ini

0 comments
Pagi yang tenang, dan sedikit mendung, sedikit mengalihkan saya dari semua beban pikiran. Kebetulan hari ini ga' ada kuliah, jadi saya sempatkan refreshing sambil membaca-baca semua catatan yg telah saya posting di facebook, semuanya berjumlah 40-an, tapi ada beberapa juga yang saya hapus, karena alasan kurang srek di hati saya. Yah, sesekali saya tersenyum, puas melihat apa yang sudah saya buat, dan sesekali karena mendapati beberapa kekonyolan, kebodohan, dan kesalahan di dalamnya, tapi secara keseluruhan saya bangga, mengingat saya bisa melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain, biarpun menurut saya sebenarnya tulisan2 itu biasa-biasa saja, daripada tidak melakukan apa2 sama sekali, atau mending tidak berbuat apa2 saja ya? Haha.. Setiap orang punya pilihan. Mungkin apa yang saya buat itu tidak sempurna di mata orang lain, tapi setidaknya sempurna menurut standar saya.

Sebenarnya saya pengen mengisi waktu luang dengan jadi model majalah, tapi ternyata saya tidak punya cukup tampang buat itu, saya juga mau suara saya bisa didengar di seantero kota, tapi ternyata saya bukan penyiar radio, pengen juga jadi juragan tokek, tapi kayaknya kurang realistis dan lebih banyak bohongnya, maka waktu The Bee Gees bilang "it's only words, the words are all i have..", saya sepakat2 saja, karena sepertinya cuma itu sesuatu yang saya punya yang tidak akan ada habisnya, paling tidak selama otak dan mulut saya masih bisa bekerja dan bekerjasama dengan baik. And so, i use my words. Dengan bantuan jempol dan HP online-ketinggalan-zaman saya, maka menyebarlah kata-kata saya itu dalam bentuk tulisan dalam aplikasi catatan facebook dan blog saya, mau sebanyak apapun kata yang saya gunakan saya tidak perlu takut akan kehabisan kata-kata, maka saya akan kurang setuju jika ada orang yang mengaku bahwa ia "kehabisan kata-kata", karena sebenarnya cuma otaknya yang mampet, dan bahkan penulis handal pun pasti pernah mengalaminya.

Well, read your words soon guys, and have a nice words! Bye!


Adds: pukul sebelas lewat, masih terdengar kicau burung, Wonderfull!
Read more

Tuesday, April 13, 2010

Tikus, Selain Bisa Gerakin Pointer

0 comments
Pernah baca atau dengar ga' soal tikus dalam labirin?...Jadi, untuk sebuah tujuan percobaan, seekor tikus, entah itu tikus putih, hamster, tikut got, atau tikus kantor, di masukan ke dalam sebuah labirin trus dibiarin nyari jalan keluar sendiri. Nah, hebatnya, ternyata si tikus bisa mencapai jalan keluar tanpa harus terjebak berulang-ulang di jalan buntu yang sama (mungkin manusia aja yg menganggap hebat, bagi tikus sih, ini hal kecil). Kesimpulannya men, ternyata tikus bisa belajar untuk tidak terjebak pada kesalahan yang sama.

Siang ini saya lagi asoy aja, ga' da kuliah jadi seharian di rumah. Mau ngapain aja malas, bahkan nonton dan main game juga malas. Pake taktik mandi biar lebih semangat dan segar juga nihil hasilnya. Ujung-ujungnya saya terperangkap dalam kondisi yang saya sebut labirin kemalasan. Padahal saya ngutang sama diri saya sendiri buat mempelajari bahan presentasi patofisiologi, jangankan hal-hal rumit macam gitu, bacaan ringan yang menumpuk aja malas buat saya jamah. Yah..memang enak berbuat kesalahan, apalagi yang namanya buang-buang waktu.

Dan, Ternyata menjaga konsistensi semangat ga' semudah yang dibayangkan. Kalo boleh beralasan sih, saya cuma mau berteori bahwa ini soal grafik frekuensi perkuliahan yang awalnya intens secara signifikan jadi longgar (apamintu?), maksud saya gini, di awal-awal kuliah semester ini kami sangat sibuk dengan lab. dan laporan, otomatis semangat juga harus jor-joran biar ga' ketinggalan. Tapi setelah masa-masa yang rush itu akhirnya lewat, maka, seperti yang saya bilang di catatan sebelumnya, waktu membuat semua tempat jadi kasur yang empuk buat nyantai. Yah, saya sadar sih, ga' ada gunanya nyari-nyari alasan, selain bahwa faktanya semua masalah ada pada diri saya sendiri. Satu hal yang membuat saya ga' pernah protes dengan nilai-nilai mata kuliah saya adalah karena saya merasa nilai segitu memang pantas buat saya, atau mungkin lebih malah. Dan saya sering merasa kasihan sama teman-teman yang mendapat nilai jauh di bawah dari apa yang seharusnya mereka dapatkan, makanya, saya ga' pernah protes! Kalau ga' mau munafik, malu juga mendapat penghargaan yang standarnya jauh lebih tinggi dari kemampuan kita sebenarnya. Tri Wibowo B. S., seorang penulis dan penerjemah, yang nyatanya seoran lulusan FE UII Yogyakarta, merasa malu mencantumkan gelar S.E di belakang namanya, soalnya waktu kuliah dulu suka nyontek. Tapi saya rasa cuma sedikit orang seperti beliau.

Well, ternyata saya tahu betul apa-apa saja hasil akhir dari setiap kesalahan yang sering saya lakukan, cuma masalahnya, bukan cuma bagi saya mungkin, tapi banyak di antara kita, bagaimana belajar untuk tidak mengulangi kesalahan. Banyak orang pandai menjelaskan kalau berbuat buruk "begini" nanti hasilnya keburukan "begitu", tapi masalahnya kebanyakan orang cukup pintar untuk mengetahui akibat perbuatan mereka sendiri tanpa perlu diberitahu.

Yah, untuk kali ini, gapapalah saya berharap bisa seperti tikus, setidaknya, mahluk ini bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama!

Abis nulis, pengen menghayal lagi!
Read more

How Long Was This Last Three Weeks For You?

0 comments
Kalau ga' salah ingat, dalam salah satu episode astro boy, salah satu tokohnya entah itu atom atau yg lainnya saya lupa pokoknya, berubah mnjadi smacam partikel cahaya. Tapi menjadi cahaya nyatanya ga' membuat si tokoh bergerak secepat cahaya, malah sama aja dgn biasanya, hanya saja, mahkluk2 disekitarnya menjadi (seperti) patung. Awalnya si tokoh bingung melihat dunia kok kayaknya berhenti berputar, tapi akhirnya si tokoh sadar, menjadi cahaya telah membuat waktu berlalu sangat sangat lambat baginya, semua brgerak hanya sepersekian inchi dalam waktu yg sangat lama, dan tak ada seorang pun yang akan menyadari keberadaannya, karena berdiri di dpan mata sseorang selama seharian wktu cahaya, msih lebih cepat dari kedipan mata. Itu kalau saya ga' salah ingat, kalau iya, itu artinya imajinasi saya sudah campur aduk dgn ingatan saya, atau berubah menjadi smcam kenyataan di masa lalu. Smoga tidak.

Kmrin malam, saya sedang demam, sedang susah tidur, dan waktu sedang terasa belalu sangat lambat, ga' sperti malam2 yg besoknya ada kuliah pagi, padahal saya pengen cepat2 pagi, supaya sy bisa membangunkan ibu saya untuk merawat saya, selain saya jg sdh minum placebo dgn indikasi "meringankan gejala demam saat pagi hari menjelang". Sementara saya menggigil kedinginan dan mngeluhkan wktu yg brlalu sangat lambat, mungkin orang2 yg lagi karaokean mengeluh karena beberapa jam rasanya singkat saja. Durasi boleh sama, tapi begitulah waktu, kadang cepat kadang lambat. Menunggu anak lain selesai naik mobil2an rasanya lebih lama daripada ketika kita merasakan sndiri berada di dalamnya, untuk jumlah koin yang sama. Mendengarkan dosen yang mmbosankan akan membuat waktu terasa lebih panjang, sementara proses penuaan dan pencernaan berjalan seperti biasa. Dalam kasus ini, kau boleh mengatakan bahwa waktu itu tidak adil.

Dalam bukunya A Cat In My Eyes, Fahd Djibran menuliskan kalau waktu itu seperti memiliki "kehendak", waktu seperti "hidup". Dan beberapa ilmuwan dan filsuf membagi dua jenis waktu. Einstein: waktu tubuh dan waktu mekanis, Henri Bergson: waktu dan durasi, Erwin Schrodinger: la time dan la dure, dan Mohammad Iqbal membaginya menjadi waktu sinambung dan durasi murni.

Saya memang tidak mengenal Abraham Lincoln, tapi katanya dia pernah ngomong gini, "pada akhirnya, bukan jumlah tahun dalam kehidupanmu yang berarti, tapi kehidupan dalam tahun-tahunmu". Menurut penafsiran saya sbgai orang awam, tahun dalam hidup adalah jumlah hari, bulan, tahun yang kita lewati dalam hidup, satuannya sama dengan manusia lainnya, sementara hidup dalam tahun-tahun adalah waktu yang kita gunakan untuk melakukan segala sesuatu demi membuat semua cita-cita kita menjadi nyata dalam kehidupan, satuannya, anda tentukan sendiri, dan kornversinya pun beda-beda. Dan jika kalian tidak paham dengan penafsiran saya ini, mungkin itu cuma brarti satu hal, penafsiran saya trlalu dangkal.

Pada akhirnya, satu hal yg bsa saya pahami, waktu akan menjadi kasur empuk saat kau lengah dan terlena dalam kemalasan, dan akan menjadi rivalmu dalam lomba lari ketika semangatmu sedang terbakar.

That's all folks, have a nice time and see ya!
Read more

Short Note About Long Fellowship

0 comments
Well, hello there folks, how's your doin'? Hope you guys doin' well!

Tau ga' bro (belakangan saya sdikit gaul memang!), kurang lebih 17 tahun lalu (lebihnya kira2 4 tahun), pada tnggal dn blan yg sma dgn hari ini , lahirlah seorang bayi yang akan menambah panjang daftar orang tampan di bumi ini, bra (yaaah..slah ngomong deh). setelah dipikirkan masak-masak, Ortu si bayi memberilah nama Kurnia Rachmad padanya..yup, that was me, and still me 'till now.

Berhasil bertahan hidup selama 21 tahun melalui brbagai era, dari orde baru smpai reformasi, dari globalisasi sampai global warming, dan dari era Padi sampai Wali (kata superglad, "wali kelas kali!"), boleh dibilang telah banyak asam garam kehidupan sudah saya makan. Tapi untung semua itu tidak saya hadapi sendiri, dimana ada banyak sahabat-sahabat yang manis2, imut, lucu, dan gaul yang selalu menemani melewati segala ujian, cobaan, kuis, ulangan, dan semacamnya.

Dimulai dari masa kanak-kanak, masa dimana kebanyakan waktu main saya habiskan di dunia liar, mulai dari nangkap ikan di got, yang ga' jarang salah tangkap tai tukang becak (saya harap kalian ga' sdang mkan wktu baca ini), berburu kepiting dan tude' (kerang) di pantai losari, sampai ramai2 menjarah pohon mangga orang! Masa ini saya lalui dengan bersekolah di TK Kuncup Mekar, yang terletak di jalan Sultan Hasanuddin (skrg sdh pindah), dpn bioskop bokep Istana (skrg sdh bangkrut), ironis mmang ltak skolah saya ini. Kemudian lanjut di SDN Inpres Mangkura.

Cita-cita saya waktu kanak-kanak adalah pengen jadi komikus, animator, desainer grafis atau apalah yang penting bisa bikin gambar2 aneh, sempat juga pengen jadi astronot tukang bor minyak kayak harry stamper, gara2 nnton Armageddon.

Lanjut ke masa remaja. Ga' jauh beda sama remaja kebanyakan, saya sedang menikmati pencarian jati diri serta munculx tanda-tanda kelamin sekunder, produksi hormon yang gila-gilaan, dan trombosit pada level normal (ngawur abis!). Tempat tongkrongan udah beda, bkn di alam liar lagi, tapi mulai hijrah ke mall, TO, dan taman bacaan komik. Dan dgn mnyandang siswa SMPN 1 Makassar-lah sy mlalui smua itu, di skolah ini pula saya mulai berkenalan dgn sobat2 trbaik saya.

Masuk SMAN 3 Makassar, hidup mulai trasa sdikit rumit, gara2 cinta, pergaulan, dn cita2 yang ga' tau hilang kemana. Tpi untung semua cobaan itu bsa teralihkan dri pkiran saya sjak masuk ke kelas 3 ipa 5, the gokilest class ever! Msuk ke kelas ini tlah banyak merubah kpribadian saya, yang tadinya cuma biasa2 aja, menjadi sdikit error, invalid, dan uncorrect (lha?!). Tapi sya akui, masa2 ini trlalu indah buat disangkal, meski banyak kekacauan, hukuman, kenakalan, dan keganjilan di dalamnya. Sy ga' mungkin lupa kenangan nyanyi lgu kemesraan-nya iwan fals wktu istirahat, ngamen rame2 dlm skolah, permusuhan dgn kelas2 lain utamanya IPS, permainan hambur-hambur orang yg sring kta mainkan. Katanya Slank, semua itu terlalu manis untuk dilupakan (jadi pengen nangis!).

Lulus SMA. Kehilanan cita2 bikin saya jadi ga' punya ambisi. Ga' lulus SPMB, ga' trllu jadi masalah. And then, life is going like in Radiohead's song, "no alarms, and no surprises", monoton, pasif, kalo istilah tarif telfonnya, flat. Tapi untung msh ada tman2 yg asik di tempat bimbel.

Smpat sdih wktu rkan sepengangguran, Nas, hijrah ke nomaden place. Tinggalah sy brdua sma Doma, yg sdg brusaha mmprbaiki hidup.

Akhrnya hdup mlai trcerahkan wktu kami akhrnya llus masuk UNHAS. Tpi, khdupan kampus trnyata ga' seperti yg tlah sy byangkan. Pengkaderan, proses adaptasi dgn lingkungan dn tman2 bru mmbuat mental sya drop, terlebih lulus di ilmu gizi sbnrnya bkan tjuan, tpi cma suatu kbetulan dri rutinitas hdup orang normal yg hrus dipenuhi.

Makin kesini hidup memang terasa makin sulit, tapi smangat pantang menyerah tlah mmbuat sya brhasil mlalui masa2 itu, dan waktu2 stlah mlalui masa2 sulit sngguh trasa lbh brmakna dan brharga, ga' ada sdetikpun yg trasa ga' brarti, smua trasa jadi lbh hidup. Dgn brbkal prinsip ini, srta dukungan tman2 d kampus, sya yakin bsa mlalui sgla tantangan era Pasar Bebas ini (nyambung ga' yah?). And here i am, mengumpulkan kmbali keberanian bercita2, sambil sesekali nulis catatan ringan.

Imam Syafi'i bilang, "Putaran zaman memang menakjubkan, suatu saat kau mengalami keterpurukan, dan pada saat yang lain kau akan memperoleh kejayan", saya mau percaya hal ini, pun dengan yang dikatakan Naif, "hidup itu indah".

27 maret 2010, happy birthdate to me, and my friend Marcvi Prazwanata!
Read more

Monday, March 22, 2010

Kenapa Laskar Pelangi Ga' Manjur Buat Saya!

0 comments
Katanya tidak ada yang gratis di dunia, maka untuk setiap apa yang kita inginkan butuh sebuah harga. saya cuma tidak mau mendapatkan sesuatu yang biasa-biasa saja atau malah cetek, dengan sebuah harga yang mahal, termasuk prestasi dangkal dengan harga bertahun-tahun sekolah.


Belum lama ini, saya sedang tertarik untuk membahas atau mencari segala sesuatu yang bisa menjadi pendukung dalam usaha saya membangun motivasi, tapi kali ini saya tidak terlalu tertarik dengan buku-buku pembangkit semangat atau yang semacamnya, laskar pelangi dan beberapa buku lain yang katanya sangat menginspirasi nyatanya cuma jadi sekedar bahan bacaan, kalaupun memang ada efeknya, paling lama bertahan cuma sampai seminggu, itu yang saya alami. Cuma mau coba-coba dengan sesuatu yang lebih realisitis aja, lebih dekat, dan lebih akrab dengan kehidupan sendiri, maka saya mulai dari orang-orang terdekat.


Bukannya saya menganggap buku-buku motivasi itu ga' ada gunanya atau sekedar bohongan, sebenarnya cukup bermanfaat juga kok, minimal bisa jadi media penambah pengetahuan dan hiburan. Jujur, yang saya lihat dari buku semacam itu cuma gambaran bagaimana seseorang yang mau berubah harus berusaha dengan keras, dan pada akhirnyaTuhan memang berpihak pada orang yang mau berusaha, cuma sebatas itu, sebatas tahu "oh..kalau mau menjadi lebih baik kita harus berusaha dengan keras, dan bagaimanapun tidak mungkinnya sebuah cita-cita, kita pasti bisa meraihnya". Kalau saya menganggapnya, buku-buku itu cuma sebagai pengingat, bukan sebagai sumber motivasi,soalnya yang saya tau motivasi lahir dari dalam diri kita sendiri, setelah kita benar-benar sadar untuk bertindak, tapi sekedar sadar juga ga' cukup, kita sadar kalau mau sukses harus giat berusaha, tapi sadar belum berarti kita telah berusaha.


Teman saya bilangnya gini, "itu penulis buku motivasi juga sadar bukan ji karena buku, dia sadar sendiriji, trus na bikin mi buku". Yup, kadang kita memang terlalu naif dengan berpikir kita harus memperbaiki diri kita dengan membaca sebuah bacaan yang menginspirasi, padahal pengalam dan kegagalan dalam hidup kita sudah lebih dari cukup sebagai bahan referensi. Andrea Hirata juga bisa meraih cita-citanya kuliah di Sorbonne bukan karena membaca buku-buku motivasi, tapi karena pengalam hidup dan kesadaran untuk memajukan kaumnya.


Saya pernah baca sebuah artikel, isinya tentang hal-hal apa atau siapa saja yang paling bisa mempengaruhi seseorang, dan hasilnya, orang terdekatlah yang berada di urutan teratas, iklan dan buku ada di urutan kesekian. dan setelah saya pikir-pikir, hal ini ada benarnya juga, dan ternyata tanpa saya sadari saya telah mengalaminya. Dari seorang teman terdekat saya, saya belajar untuk tidak terlalu memikirkan tanggapan orang tentang kita, jadilah seperti apa yang kamu mau, dan kadang seorang lelaki harus punya sedikit sikap memberontak (cool!..), dan satu hal yang bisa saya sarankan pada orang ini, kentutlah pada tempatnya! Dari teman yang lain, saya mendapatkan keberanian, dengan meniru apa yang dilakukannya, untuk menyebarluaskan tulisan-tulisan yang selama ini cuma tersimpan dalam otak saya, minimal melalui jejaring sosial, hal ini bukan saya dapatkan dari dari pelatihan atau seminar-seminar. Dan saya belajar bahwa kita harus mencoba segala kesempatan yang ada, cukup mencoba, hasil akhir itu ditentukan oleh usaha kita, toh kita ga' akan rugi apapun, itu saya pelajari dari teman saya yang lain. Dan layaknya anak sekolahan, yang kewajibannya memang belajar, kadang pelajaran itu tidak dapat saya amalkan sepenuhnya, pengaplikasiannya itu juga masih butuh pembelajaran. Pada segmen ini, saya tidak belajar dari buku, dan pelajaran itu tidak mereka turunkan dengan sengaja dan dengan gaya menggurui, mereka cuma berlaku sesuai apa adanya mereka. Entah bagaimana penjelasannya, tapi yang saya tahu kita cenderung mengikuti orang yang terdekat dengan kita.


Akhir-akhir ini, tugas-tugas kuliah sedang menumpuk (kayaknya memang selalu begitu), ditambah lagi berlembar-lembar laporan praktikum yang harus ditulis tangan, ya..ditulis tangan saudara-saudara! yang maksudnya, ditulis dengan menggunakan pulpen yang digerakkan dengan tangan (saya kira kalian cukup pintar untuk memahaminya). Seseorang yang dekat "dihati" saya, telah mengajarkan, semua tugas-tugas itu memang layak mengurangi sedikit-banyak dari waktu tidur saya, dan sebagi seseorang yang sedang sadar untuk mau berubah menjadi lebih baik, tak ada pilihan lain selain melakukannya. Sekali lagi hal itu saya pelajari tanpa perlu diajari.


Dan entah sejak kapan, saya mulai terbangun dengan kalimat "when we wake up in the morning, we always have two simple choices, go back sleep and dreams, or wake up and chase those dreams".


dedicated to all my friend in Kongsi Orang-Orang Belum Sukses!
Read more

Tuesday, March 16, 2010

What Would You Think About "hehe" Reply From Your Girlfriend

0 comments
Orang-orang bisa ngartiin cinta apa aja, "Love, like a river, will cut a new path
whenever it meets an obstacle" (Crystal Middlemas), "cinta bukan karena, tetapi walaupun", "dari dulu beginilah cinta deritanya tiada akhir" (ti pat kai), menurut orang Makassar cinta itu singkatan dari Cindolo' na Tape (cendol dan radio tape). sementara teman saya merasa, cinta adalah ketika ia menerima sms balasan berisi kata-kata yang panjang dan bukan sekedar jawaban "hehe.." atau ":-)" , do he really think like that? itu pasti dengan alasan yang masuk akal.

belakangan seorang teman saya sering curhat, gimana dia merasa pacarnya ga' sayang lagi sama dia, pasalnya gini, setiap sms-sms yang dia kirim buat pacarnya dengan niat mau ngobrol atau sekedar basa-basi, seringnya cuma dibalas dengan jawaban "hehe..", lha? seolah-olah pacar teman saya itu ga' ada niat buat nerima sms lanjutan, dan malas buat diajak ngobrol. bayangin aja, misalnya kita lagi pengen ngobrol, sudah pontang-panting mikir tema pembicaraan, tapi balasan yang diterima cuman efek suara cengengesan, nah, kita mau balas apa lagi coba? otomatis kita bakal nyari topik lain lagi, tapi masalahnya topik yang baru itu cuma dibalas lagi pake gambar muka senyum atau semacamnya, gimana ga' di skak mat kita. kalo sekali dua kali tiga kali sih wajar, mood orang kan bisa berubah-ubah, tapi kalau frekuensinya sudah terbilang sering, kalau bukan jempolnya menderita stroke sehingga susah buat gerak, kemungkinan pacar teman saya itu menderita sindrom bad mood berkepanjangan.

efeknya lebih terasa manakala (wah, bisa jadi jurnalis nih saya) pada momen-momen awal pacaran mereka, teman saya sering disuguhi sms-sms manja dan kata-kata selangit dua langit dari pacarnya itu. tebak aja, kalo awalnya mesra dan semakin kesini semakin hampa bin singkat, itu artinya apa hayo? salah satu kemungkinan terburuk yaitu bosan. ditambah lagi, distatus facebooknya, dia sudah ga' pernah nulis status tentang perasaannya kepada teman saya, entah itu kangen, sedih, atau marah, padahal dulu tulis "miss you" pake keterangan 1000x.

kalo menurut saya sih, itu memang resiko dari kata-kata yang terlalu manis dan keseringan yang kita berikan sama seseorang yang kita sayangi, ketika suatu saat, kata-kata yang kita terima sudah ga' semanis yang dulu lagi, maka yang kita pikir hanyalah bahwa doski udah bosan sama kita. bukannya ga' setuju sih, tiap orang punya cara masing-masing, tapi setidaknya kita bisa konsisten, supaya pacar kita ga' merasa ada perubahan dalam diri kita, apalagi yang mengarah indikasi bosan. dan kalo memang kita merasa tidak yakin bisa selalu bermulut manis tiap saat, mending biasa-biasa aja, kan ada kalanya kita makan sambel, baru bangun tidur, dimana kondisi ini membuat mulut kita betul-betul tidak manis.

saya akui, saya jarang mengirimkan kata-kata indah yang enak dipake sebagai pengantar tidur pada pacar saya, maksimal "met bobo, and have a nice dream", tapi untungnya dia ngerti dan ga' pernah protes ketika suatu malam dia akhirnya ga' nerima sms selamat tidur itu, karena memang sudah biasa begitu. kalo lagi sms-an juga seringnya saya cuma balas dengan jawaban-jawaban bodoh dan candaan, kata "sayang" juga ga' setiap saat muncul dalam pesan saya itu, dan baiknya, pacar saya ga' pernah rewel dengan hal itu, sekali lagi karena biasanya memang begitu. memang dalam banyak kesempatan saya cuma mengirimkan kalimat-kalimat biasa buat dia, tapi itu bukan berarti saya ga' sayang, dan saya percaya dia percaya sama saya, hal ini saya lakukan supaya kami bisa lebih akrab dengan pendekatan pertemanan, lebih luwes, dan ga' jaim dalam hubungan yang namanya pacaran. alasannya juga karena, jika suatu saat saya ingin mengungkapkan rasa sayang saya melalui kata-kata indah, maka kata-kata itu akan menjadi lebih terasa bedanya dan eseninya, ketimbang udah menjadi konsumsi sehari-hari, dan jika kata-kata saya akhirnya jadi biasa lagi, setidaknya dia ga' bakalan berpikir ada perubahan dalam diri saya, tapi memang biasanya begitu. kalo istilah saya, menjaga tempo aja, membangun tensi perlahan, biar klimaksnya lebih wah! dan ga' ngebosenin.

intinya kita memang ga' boleh menyimpulkan perasaan seseorang cuma melalui isi pesan sms-nya, tapi setidaknya perubahan-perubahan itu kita bisa liat dari situ, yah..belajar konsisten aja!
Read more

Sunday, February 28, 2010

Lubang Hidung, Jari, dan Fakta Penciptaan

0 comments
Saya menemukan sebuah pembahasan menarik dalam bacaan saya, sesuatu yang membicarakan tentang lubang hidung, jari, dan (menurut saya) sebuah fakta penciptaan. Tulisan berikut dibukukan dari sebuah artikel koran dengan kolom berjudul Last Word majalah New Scientist, Inggris, yang berisi kumpulan tanya jawab seputar sains. And here it is:

Pertanyannya:
Kebetulankah jika jari kita pas sekali dengan lubang hidung? Andai tidak demikian, mengapa ibu saya melarang saya melakukannya?
Jack walton (9 tahun), (walaupun pertanyannya simpel, saya menemukan bukti kecerdasan masyarakat barat dari keingintahuan mereka sejak kanak-kanak melalui pertanyaan ini)
London, Inggris


Dan berikut beberapa jawabannya:
Ibumu mungkin keberatan, tetapi ada sebuah cara lain untuk membersihkan hidung tanpa memasukkan apa pun kedalamnya. Cukup tekan salah satu sisi lubang hidung untuk menutupnya, tarik napas yang dalam, tutup mulut kemudian hembuskan sekaligus sekeras-kerasnya. Engkau akan menemukan betapa dahsyat kotoran yang keluar dari lubang hidung yang lain. Pastikan kepalamu agak menjauh dari tubuh supaya tidak mengotori bajumu.
Cara membersihkan hidung dengan cara membersit ini mengandung arti tak ada alasan terlalu mendesak untuk mengevolusikan jari yang siap untuk menggali dan lubang hidung yang menganga. Bagaimanapun, ketika hidung tersumbat, ini dapat diatasi dengan mudah dengan bernapas melalui mulut. Sesungguhnyalah, hidung tersembat hanya menjadi masalah apabila ada sesuatu terperangkap dekat tulang hidung yang bisa berbahaya karena dekat dengan otak, itu bagian yang terlalu sempit untuk dimasuki jari, minta pertolongan kepada dokter adalah cara yang paling bijaksana.
Kami harus menyimpulkan bahwa kesesuaian antara ukuran jari dan lubang hidung hanya sebuah kebetulan. Saran saya adalah buang kotoran hidungmu dengan cara membersit, kemudian simak yang dikatakan oleh ibumu.
 Holly Dunsworth
State College Pennsylvania, AS


(And this is my favourit answer) Organ tubuh umumnya saling menyesuaikan ukuran dan bentuk dengan organ lainnya supaya dapat berguna. Contoh yang jelas sekali antara lain adalah organ seksual jantan dan betina pada banyak serangga dan sebagian mamalia, mulut bayi hewan berkantung dan puting susu induk mereka, dan pada banyak hewan cakar atau jari kaki memanjang yang diadaptasikan untuk membersihkan bulu-bulu. Bagaimanapun, ukuran dan bentuk yang tidak sesuai tidak perlu diartikan bahwa organ-organ tersebut tidak dapat bekerja sama. Sebagai contoh, saluran untuk melahirkan pada betina mamalia jelas dapat dilewati bayi yang jauh lebih besar daripada organ seksual jantan. Lubang sering bisa mengembang atau menyusut untuk menyesuaikan diri dengan yang akan masuk atau lewat (ini bagian favorit saya, secara fakta ilmiah tentunya).
Sebaliknya, tidak selalu berarti bahwa, karena sebuah organ cocok dengan sebuah lubang, itu sesuatu yang bukan kebetulan. Ada beberapa tempat lain yang dapat dimasuki oleh jarimu namun akan membuat ibumu berteriak: "jangan!" apalagi jika itu engkau lakukan di tempat umum.
Engkau memiliki lima buah jari dengan lima ukuran sedangkan hidung hanya dua., berarti untuk mendapatkan kesesuaian kita tidak harus menunggu sebuah kebetulan. Pun tak ada alasan yang jelas dalam proses evolusi yang mengharuskan lubang hidung sama besar dengan ukuran jari. Yang lebih mungkin, alam mengatur agar kita membersit, sama seperti yang diperbuat oleh gajah. Bahwa kemudian ada seni memasukkan jari ke dalam hidung, ini yang menurut kacamata ilmiah bisa dianggap sebuah kebetulan.
Jon Richfield
Somerest West, Afrika Selatan


Sementara saya setuju bahwa cara membuang ingus dengan membersit kuat-kuat adalah sebuah keajaiban tersendiri, saya perlu mengingatkan soal saran Holly Dunsworth yang menyuruhmu "menarik naps dalam-dalam kemudian menghembuskannya kuat-kuat" melalui salah satu lubang hidung. Keahlian saya yang saya kembangkan dalam teknik ini sewaktu saya masih kanak-kanak telah menyebabkan saya mengalami radang sinus dan pendarahan hidung yang gawat.
Duncan Hannant
Professor of Large Animal Immunology
University of Nottingham
Loughborough, Leicestershire, Inggris


Saya juga ingin menambahkan sebuah peringatan bahwa metode ini tidak higienis, dan dapat menyebarkan sejumlah penyakit. Membuang kotoran hidung dengan cara ini sebaiknya dilakukan ketika engkau sedang sendirian (cukup bijak).
Bron
Australia

***
ada sebah kutipan dari Harun Yahya, "hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem, keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan."
Dan saya pikir, ketika Tuhan menciptakan bentuk lubang hidung sedemikian rupa, Dia juga telah menciptakan alat untuk membersihkannya, kita hanya perlu mencari yang terbaik.

Thanks, semoga bermanfaat, and don't be too serious!
Read more

Sunday, February 21, 2010

Merasa Sangat Bermasalah? Tonton Lagi!

0 comments
Kalo merasa senang melihat orang lain susah dianggap jahat, oke anggap saja saya begitu!

Yang namanya hidup ga' jauh-jauh dari yang namanya masalah, cobaan, ujian, ulangan, kuis, atau apalah semacamnya, tetanggan dekat gitu. Nah kalo tetangga itu datang bertamu, ujung-ujungnya kita kerepotan dan bingung, mau menyuguhkan apa? Mau disikapi bagaimana? Diterima baik-baik trus diajak kompromi? Atau kita tinggalin aja dia, masalahnya do'i ga' bakalan pergi sebelum urusannya sama kita kelar. Well, itu pilihan kita!

Berat memang memikul sebuah tanggung jawab, yang kadang dikonotasikan sebagai sebuah masalah, tapi kalo kita mau sedikit berpikir kontemplatif, maka kita akan sampai pada jalan yang membawa kita pada kesimpulan "Tuhan sedang menguji cinta kita, apakah kita tetap ingat sama Dia" supaya kita juga bisa lebih dicintai. Kayaknya berat memang agar kita bisa dicintai!

But if you think you had trouble enough, watch again! Kalo lagi pusing mikirin masalah, hal yang dapat membangkitkan semangat saya justru dengan melihat orang lain yang kesusahan, kan banyak tuh di tivi, di reality-reality show, berita-berita, tentang orang yang saking melaratnya celananya sampai melorot karena kurang makan, rumahnya digusur, mulung kiri kanan buat nyari makan, dan ga' mengenal peluang hidup yang lebih baik melalui pendidikan. Saya senang dan bersyukur melihat orang lain lebih susah daripada saya, setidaknya masalah saya ga' seberat mereka. Tapi saya juga merasa bahagia kalo melihat mereka bisa merasakan sedikit kebahagiaan melalui bantuan orang lain.

Kalo merasa senang melihat orang lain bahagia dianggap baik, tolonglah anggap saya begitu!

February 22th, saya sedang ada tamu.
Thank's guys!
Read more

Saturday, February 20, 2010

Konfirmasi Saya Buat Achmad 'menejer' Rishadi

0 comments
WOW..sebuah ekspresi yang pantas waktu saya dengar berita itu. belakangan saya dengar kawan saya, si Ahmad 'menejer' Rishadi bakalan dicalonkan jadi presiden BEM FKM UNHAS periode 2010-2011, agak kaget juga sih. kok bisa ya? gak mungkin ada asap kalo gak ada yang ngerokok.
ya, saya akui saya memang sering iseng sama dia, mengganggu gak jelas gitu, mengganti-ganti namanya sesuka hati, tapi itu bukan lantaran saya benci sama dia, tapi dia asik aja bukan diisengin, gak pernah marah, dan saya bawaannya selalu pengen ketawa kalo ada dia (bukan menghina), ya itu tadi, selalu ada ide gila di kepala saya buat becandain dia, tapi gak bisa dipungkiri kalo Ahmad adalah teman yang baik, biarpun kadang-kadang "sanna' pakaballisi'na", dan sesuai prinsip yang saya anut, teman yang baik adalah teman yang mau dijahati apapun bentuknya, bunuh aja sekalian!

well, keisengan terbaru yang sekarang menimpanya adalah, terbitnya sebuah grup facebook yang intinya menghimpun teman-teman di fakultas buat mendukung dia jadi presiden BEM, yah semacam grup kayak pendukung Bibit Candra gitu. sebenarnya saya kurang yakin dengan awal mula kehebohan ini, yang jelas, sebelumnya saya dan beberapa teman sempat bercanda-bercanda saling nunjuk jadi calon presiden BEM, dan tentu saja sasaran empuk ya Ahmad ini. waktu itu saya juga sempat ngomong bagaimana kalo Ahmad kita bikinkan grup pendukung di facebook, sebuah ide revolusioner memang. tapi jujur saya gak pernah betul-betul ada niat buat membuatnya, apalagi sampai gak pake ijin dari dia.

tapi nasi sudah jadi aking, grup itu akhirnya terbentuk juga, tapi untungnya selama ini gak ada komentar yang terlalu menjatuhkan dia di wall-wallnya. saya sih harapnya gini, teman-teman membuat grup ini, kalaupun cuma buat lucu-lucuan, cukuplah pada kelucuan bahwa seolah-olah Ahmad memang serius akan jadi calon presiden BEM berikutnya, bukan menjadikan dia objek yang nantinya akan kita tertawai bersama, lebih kepada kita menertawakan sebuah parodi bersama dengannya tanpa harus menjadikan dia bulan-bulanan. selama ini saya juga berusaha agar candaan saya dengannya adalah sebuah candaan yang bisa ditertawakan bersama, bukan menertawakan dia sampai dia juga harus berpura-pura tertawa untuk menutupi ketidaksukaannya akan hal itu, karena ada pepatah mengatakan "seberapa parah pun anda mencela Ahmad, dia gak bakalan membalasnya sama parah". sampai sekarang yang saya baca di grup itu hanyalah dukungan-dukungan buat Ahmad, dengan kata-kata yang kelihatannya serius, meski mungkin itu semua gak serius, tapi gak menutup kemungkinan kelak semua dukungan itu akan jadi bentuk yang serius, mengingat sekarang Ahmad lagi mengikuti proses screening Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah, yang mana menjadi syarat agar dapat menjadi calon presiden BEM, walau diakuinya dia ikut cuma buat nambah pengetahuan dan gak ada sama sekali niat buat jadi presiden BEM.

anymay, terlepas dari semua candaan saya buat mendukung Ahmad jadi presiden BEM, sebenarnya saya percaya dia bisa, yang saya lihat dia orangnya bertanggung jawab, terbukti dari usahanya ketika menjadi koordinator humas buat BSLT, dan keaktifannya berkomentar ditiap forum-forum yang diselenggarakan di FKM, cuma belakangan dia ogah-ogahan sebagai partner saya dalam seksi perlengakapan BAKSOS, kampret! katanya biar saya bisa merasakan bagaimana rasanya dicuekin sama ketika jadi koordinator dulu. OK guys, keep supporting Ahmad for Presiden BEM FKM UH 2010-2011, you guys doin' great job! hell yeah!!
Read more

Wednesday, February 17, 2010

Drama Comedy Life

0 comments
What’s life ? masing-masing orang pasti punya pemahaman dan cara tersendiri buat memandangnya. Beberapa yang saya suka, Efek Rumah Kaca “hidup bagai balerina, hidup terasa begitu lentur”, Naif dan Sore ze Band gak kalah “Hidup itu Indah”, Abraham Lincoln bilang “and in the end, it’s not the years in your life that count, it’s the life in your years”. Kalo kaum minoritas terpinggirkan mungkin hidup tidak lebih dari “sucks”, yang menang lotere semiliar mungkin menganggap “hidup terlalu singkat buat dinikmati”. Tapi teman saya pernah bilang kalo “hidup itu adalah film terbaik” and I like this one, play your own role, act your best, and win the Oscar, yah minimal piala Citra.

For me, menjadi aktor sukses dalam hidup bukan sekedar jadi orang paling kaya atau terkenal, lebih kepada menjalankan peran dengan baik dan penuh penghayatan serta hati. Sebagai seorang anak dari sepasang Orangtua, kakak dari adik-adik, adik dari kakak, saya pengennya bisa berperan baik minimal bagi mereka, menjalankan kewajiban, dan menjadi apa yang seharusnya. Begitupun sebagai hamba dari satu-satunya Tuhan, teman dari beberapa orang, pacar dari seorang perempuan, dan pemuda dari sebuah bangsa. Tampaknya memang tidak mudah yah? Baru tampaknya saja sudah susah, apalagi menjalankannya. Tapi setidaknya saya mungkin bisa mendapatkan penghargaan kategori “orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin tapi belum berhasil”, dan tahu tidak? kategori ini sangat dekat dengan “orang yang merasa sudah berusaha semaksimal mungkin padahal belum melakukan apa-apa”.
Ada banyak kesulitan memang dalam hidup, siapa yang bisa memungkiri!? Dan pilihan sikap masing-masing dari kita untuk menjalani hidup ini pasti berbeda-beda, ada yang mendramatisir kayak sinetron, tiap hari nangis dan gak ada bahagia-bahagianya sama sekali, adasih kalo mau tamat, itupun karena ratingnya mulai turun atau kontrak pemainnya sudah habis, terlalu dipaksakan (maaf saya mencurahkan kebencian saya!). Dan ada beberapa orang yang memilih memutuskan hubungan dengan seluruh perkara duniawi, entah itu dengan menjadi gila atau ko’id di tiang gantungan buatan sendiri, atau cara lebih praktis dan mahal adalah dengan pakai narkoba, nah yag tadi itu namanya Drama Tragedi. Padahal kadang kala masalahnya ternyata tidaklah seberat itu. Kita bukanlah seorang kakek tua yang harus menghidupi dirinya sendiri dengan memikul keranjang sayurnya, bukan juga kan seorang nenek yang berkeliling nyari sampah buat makan, dan setidaknya mereka lebih jago dengan tidak putus asa dan lebih memilih buat jadi pengemis, yang lama-lama jadi kayak penodong, “500 atau 1000 rupiah” paksanya.

Sekedar meluruskan, tulisan ini saya buat bukan untuk menasehati, memotivasi, atau menyadarkan siapa-siapa, tulisan ini saya buat tidak lebih hanyalah untuk menemukan diri saya sendiri, memotivasi diri saya sendiri, dan menemukan sendiri kesalahan-kesalahan saya, karena saya merasa, kadang kita menemukan kemunafikan diri kita sendiri dan melihat seberapa buruknya kita dengan menuliskan apa yang kita pikirkan tentang orang lain.

Well, there’s so many genres in this world, horor, action, drama, rock, dangdut, emo, folk, jazz, blues, tapi saya cuma mau menjalani hidup ini dengan ide besar Drama Comedy, no matter how bad your problem, there’s always happiness and laugh in it, and everything gonna be alright!

Thanks pal, and see ya!
Read more

Wednesday, February 10, 2010

Hello Folks! Introduce, My Self

0 comments
Ehm..Assalamualaikum dan Salam Sejahtera Kawan-kawan!

Dengan mengucapkan basmalah, maka catatan resmi pertama saya di blog inipun saya posting.

Alhamdulillah, berkat sedikit keterampilan mengetik dan membaca yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada saya, sehingga saya bisa membuat sebuah tulisan untuk blog ini, dan semoga kelak akan ada banyak lagi.
Sebenarnya saya tidak pernah ada niat untuk memiliki dan mengelola blog meski boleh dibilang saya ini cukup suka nulis, alasannya, tidak lain dan tidak bukan, malas! Adanya blog inipun merupakan suatu ketidaksengajaan, waktu itu saya lagi jalan-jalan terus menemukan sebuah akun blok yang kosong terjatuh di jalan, maka saya ambillah dan saya asuh, dan saya yakin kawan-kawan tahu kalau itu bohong dan semoga tidak terlalu garing. ehm..Jadi begini ceritanya, kebetulan waktu itu ada tugas untuk membuat blog sebagai pengganti final mata kuliah Manajemen Teknologi Informasi, dan dalam blog itu harus ada minimal 3 postingan, 2 artikel tentang kesehatan, dan satu berupa data diri. Nah, nanti alamat blog itu dikirim ke dosen buat selanjutnya dicek dan dinilai. namun setelah blog ini diperiksa dan akhirnya nilai saya keluar, maka blog inipun saya tinggalkan begitu saja. Lalu seiring berjalannya waktu, muncul niat saya untuk kembali memberdayakan blog ini, hitung-hitung buat mengisi waktu dan menyalurkan hobi. Meskipun kalau pada akhirnya ditemukan fakta bahwa blog ini cuma berisi tulisan tidak berbobot, cetek dan sebangsanya, saya tidak akan terlalu ambil pusing, yang paling utama bagi saya adalah ada sarana untuk menyalurkan kata-kata yang sedang berenang-renang di dalam cairan otak saya, ada tidaknya yang baca itu ada di urutan 1.1.
***
Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, meski kadang semakin kita mengenal pribadi seseorang semakin kita membencinya, tapi minimal semakin kawan-kawan mengenal saya, kawan-kawan tahu kalau saya ini adalah orang baik yang cuma ada sedikit banyak tidak baiknya. jadi, pada segmen ini saya akan mencoba untuk memperkenalkan diri saya. Berikut adalah data diri yang sering saya isikan pada forum-forum pendaftaran calon mahasisiwa, anggota klub bola bekel, dan persatuan atlit hula-hup se-gang:
Nama:     Kurnia Rachmad, tapi teman-teman biasa manggil Kurni, Kur-kur, Kurus, yah..semau-mau dan sekreatif merekalah! yang penting tidak menyalahi norma-norma dan ketentuan di akte kelahiran
TTL  :                    Ujung Pandang (sekarang Makassar kota tercinta), 27 maret 1989
Jenis Kelamin    :    Laki-laki, dengan orientasi seks hetero
Golongan Darah:    O, sementara Bapak dan Ibu saya kedua-duanya B, sampai saat ini saya masih menunggu ada orang yg membenarkan bahwa hal tersebut memang bisa terjadi. pesan saya buat adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah, ikutilah pelajaran biologi dengan baik, jangan sampai hal seperti ini juga terjadi pada kalian dan membuat kalian bingung.
Alamat:    Itu tidak penting, takut kalau kawan-kawan tidak suka dengan tulisan saya dan ingin melempari saya, yang jelas suatu tempat di carut marut dan metropolitannya Makassar
Agama:    Islam, meski shalat masih bolong-bolong, saya jamin saya bukanlah anggota sekte sesat yang tidak mewajibkan sholat.
Pekerjaan:     Mahasiswa S1 prodi Ilmu Gizi, FKM Unhas. sekarang sudah semester 4 dan berharap bisa mencapai semester-semester berikutnya dan finish sebagai sarjana pada semester 8. Amin
Hobi:     Nulis (kadang-kadang), baca (kadang-kadang), nonton (kadang-kadang) dan sedihnya (kadang-kadang) hanya bisa menjadi penikmat musik tanpa bisa memainkan alat musik, serta hobi mengkadang-kadangkan seseuatu yang harusnya rutin
Cita-cita:     Tak pernah terpikir, hanya manusia biasa yang menjalankan hidup tanpa ambisi (I don't know wheter it's good or bad)
Status:            Berubah-ubah, tergantung mau nulis apa di "what's on your mind?"nya fesbuk.

Sebelumnya sempat mem-posting beberapa tulisan di aplikasi "notes"-nya facebook, dan Alhamdulilah meski minim apresiasi, setidaknya ada juga yang baca dan menanggapi.

Saya kira itu saja buat perkenalan, lagipula kita tidak sedang di biro jodoh.
***
Bicara soal visi saya terhadap blog ini, saya punya gambaran bahwa blog ini akan berisi cerita2 pengalaman saya, pemikiran-pemikiran tentang hal-hal kecil yang mungkin tidak terlalu substansial (bahasanya dong! bagaimana mungkin bisa dibilang blog ini tidak berbobot), hal-hal remeh-temeh lainnya yang sangat essensial, serta potret-potret (snapshot) tentang hal-hal disekitar (nah, yang ini terinspirasi dari band Efek Rumah Kaca).
Bisa dibilang kalau saya sudah terlambat untuk memulai karir(?) di dunia blog, sementara demamnya sudah mereda sejak lama, dan orang-orang lain sudah menekuninya sejak lama, bahkan mungkin sejak sebelum blog itu sendiri diciptakan, namun sebuah pepatah dari sumber yang tidak terpercaya mengatakan, “tidak ada kata terlambat untuk ber-blog ria”.
Sebagai penutup, yah..saya cuma mau bilang, mungkin blog ini tampilan dan isinya amatir-amatir saja, tapi sebagai manusia yang sedang dalam proses pembelajaran (we all are), semoga dengan seiring bergantinya hari, bulan dan tahun, ada banyak hal yang bisa saya pelajari dan membuat saya menjadi lebih matang.

Well, that was for the opening, don't be too serious and see ya again folks!
Wassalam..
Read more

Freedomwords Design by Insight © 2009